Yuk, Intip Pasar Wadai di Kota Banjarmasin Khusus Kue Ramadhan

Setelah dua tahun tak diselenggarakan, kini Pasar Wadai yang menjual kue khas Banjarmasin selama Ramadan kembali dibuka.

oleh Aslam MahfuzDiperbarui 17 April 2022, 18:13 WIB
Hj Jamilah, salah satu pedagang kue khas Banjarmasin, merasa bersyukur dengan Pasar Wadai yang kembali dibuka setelah dua tahun ditiadakan. (foto: Aslam Mahfuz)

Liputan6.com, Jakarta Dua Ramadhan tahun-tahun sebelumnya, aktivitas masyarakat dibatasi akibat masa pandemi. Tahun 2022 ini mulai melandai sehingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilonggarkan.

Pasar Kue selama Ramadhan di kota Banjarmasin kembali hadir. Warga setempat menamakannya Pasar Wadai. Pasar tahunan yang sudah menjadi tradisi untuk membeli kue-kue atau makanan lainnya menjelang waktu berbuka puasa.

Masyarakat Banjarmasin maupun wisatawan berbondong-bondong mengunjungi Pasar Wadai yang tahun ini berlokasi di Taman Kamboja. Puluhan stan menjajakan makanan dan minuman, baik itu makanan khas Banjar maupun dari luar.

Agustina, warga Banjarmasin merasa gembira dengan hadirnya Pasar Wadai, sekaligus menyempatkan untuk mencari menu berbuka puasa. Dirinya ke Pasar Wadai sekaligus bersama dengan rekan-rekannya.

"Alhamdulillah, melihat Pasar Wadai ini membuat kami senang, karena kebiasaan dan keramaian seperti ini hadir lagi di kota Banjarmasin," ujar Agustina di sela berbelanja kue khas Banjar.

Sebagai warga Banjarmasin, berbagai macam kue khas Banjar menjadi andalan untuk menu berbuka. Selain dari berbagai macam jenisnya, dikenal juga dengan rasanya yang khas dengan manis-manis.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bersyukur Pasar Ramadhan Dibuka Kembali

Suasana Pasar Ramadan di Kota Banjarmasin setelah dua Ramadan sebelumnya ditiadakan. (foto: Aslam Mahfuz)

Hj Jamilah, salah satu pedagang kue khas Banjar merasa bersyukur dengan Pasar Wadai termasuk keikutsertaannya untuk berdagang. Berbagai macam jenis kue yang dia bikin sendiri kemudian dijual.

"Ada 10 jenis kue khas Banjar, semuanya dijual dengan cara dipotong atau diiris, harganya mulai dari 15 ribu rupiah sampai 20 ribu rupiah perpotong," ujar Jamilah.

Keikutsertaan Jamilah pada Pasar Wadai sudah sejak lama. Kepiawaian membuat berbagai macam jenis kue khas Banjar jadi pilihan tersendiri untuk turut memeriahkan.

Antusiasme pengunjung selama beberapa hari Ramadan tahun ini cukup ramai. Meski masih di tengah pandemi yang melandai, pengunjung tetap berkunjung dengan menggunakan masker.

Jamilah berharap agar kelestarian makanan atau kue khas Banjar tetap terus berlanjut. Termasuk dengan kehadiran Pasar Wadai dapat terus berlangsung setiap bulan puasa.

Masyarakat yang usai berbelanja menu berbuka, ada yang membawa pulang untuk disantap bersama keluarga. Ada juga yang memilih menunggu bedug azan Magrib di Taman Kamboja yang bersebelahan dengan lokasi Pasar Wadai.

Keramaian di Pasar Wadai tidak hanya dipadati oleh umat Islam yang berpuasa. Warga non muslim pun banyak yang berkunjung untuk mencari kue-kue khas Banjar yang dikenal dengan manis-manis.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya