Liputan6.com, Jakarta: Kepala Badan Intelijen Negara A.M. Hendropriyono mengatakan, tak ada rekayasa dalam penanganan Kasus Bom Bali. Begitu pula soal penetapan para tersangka, termasuk dugaan keterlibatan Ketua Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Ba`asyir menyusul pengakuan tiga tersangka utama Bom Bali [baca: Ba`asyir Segera Dikonfrontir dengan Tersangka Pengebom Bali]. "Pengusutan polisi sudah sangat benar. Itu hasil intevestigasi dan interogasi, bukan dipaksa-paksa, sudah bukan jamannya lagi," kata Hendropriyono seusai Rapat Kerja tertutup dengan Komisi I DPR di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (6/2).
Menyangkut tiga warga negara Indonesia yang dimasukkan daftar teroris internasional, termasuk Ba`asyir oleh pemerintah AS, bukan versi Indonesia. Mereka yang dibidik adalah Agus Dwikarna, Oskar Makawata, dan Fatur Rahman Al Ghozi. Hendro juga menyebutkan, saat ini sejumlah anggota Jamaah Islamiyah telah menyebar ke Indonesia. Tapi, BIN belum memastikan keterkaitan JI dengan organisasi Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden. "Itu masih ditindaklanjuti," kata mantan Panglima Komando Daerah Jaya.
Rapat yang berlangsung tertutup itu membicarakan berbagai hal, termasuk situasi terakhir di Nanggroe Aceh Darussalam, rencana penyerangan Amerika Serikat ke Irak, dan terorisme di Indonesia.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)
Menyangkut tiga warga negara Indonesia yang dimasukkan daftar teroris internasional, termasuk Ba`asyir oleh pemerintah AS, bukan versi Indonesia. Mereka yang dibidik adalah Agus Dwikarna, Oskar Makawata, dan Fatur Rahman Al Ghozi. Hendro juga menyebutkan, saat ini sejumlah anggota Jamaah Islamiyah telah menyebar ke Indonesia. Tapi, BIN belum memastikan keterkaitan JI dengan organisasi Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden. "Itu masih ditindaklanjuti," kata mantan Panglima Komando Daerah Jaya.
Rapat yang berlangsung tertutup itu membicarakan berbagai hal, termasuk situasi terakhir di Nanggroe Aceh Darussalam, rencana penyerangan Amerika Serikat ke Irak, dan terorisme di Indonesia.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)