Liputan6.com, Beijing - Empat belas pekerja yang terjebak ketika sebuah tambang batu bara di barat daya China runtuh 10 hari yang lalu telah meninggal, media melaporkan pada Minggu (6 Maret).
Sebuah operasi penyelamatan selesai Minggu siang setelah jasad para penambang dievakuasi, kata Kantor Berita Xinhua milik negara. Demikian seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (7/1/2022).
Advertisement
Para pekerja terjebak setelah atap lubang di tambang batu bara Sanhe Shunxun di provinsi Guizhou runtuh pada 25 Februari.
* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Upaya Penyelamatan
Operasi penyelamatan itu menantang karena atapnya ambruk sekitar 3 km dari pintu masuk tambang, dan area yang runtuh cukup besar.
Penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kecelakaan sedang dilakukan.
Tambang batu bara China termasuk yang paling mematikan di dunia, lantaran sering mengalami ledakan dan kebocoran gas meskipun ada tindakan keras berulang kali.