Liputan6.com, Jakarta Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk atau harga emas Antam meroket kembali mencapai Rp 14.000 per gram pada Jumat (18/2/2022). Total dalam 2 hari, harga emas Antam naik Rp 21.000 per gram.
Harga emas Antam dijual Rp 967 ribu per gram, melambung jika dibandingkan sehari sebelumnya yang ada di angka Rp 953 ribu per gram.
Advertisement
Bahkan hingga pukul 08.15 wib, harga buyback emas Antam melambung hingga Rp 15.000 menjadi Rp 872 ribu per gram.
Harga buyback akan merupakan besaran harga yang dipatok Antam saat masyarakat ingin menjual kembali emas Antam miliknya.
Selain emas batangan 24 karat, Antam juga menjual emas dalam bentuk lain, seperti batik, koin dinar, dirham maupun koleksi lainnya.
Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Saat pembukaan, semua stok emas Antam masih tersedia.
Buat yang ingin membeli, jangan lupa menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) agar dapat memperoleh potongan pajak 0,45 persen.
Berikut rincian harga emas Antam:
- 0,5 gram = Rp 533.500
- 1 gram = Rp 967.000
- 2 gram = Rp 1.874.000
- 3 gram = Rp 2.786.000
- 5 gram = Rp 4.610.000
- 10 gram = Rp 9.165.000
- 25 gram = Rp 22.787.000
- 50 gram = Rp 45.495.000
- 100 gram = Rp 90.912.000
- 250 gram = Rp 227.015.000
- 500 gram = Rp 453.820.000
- 1000 gram = Rp 907.600.000.
Harga Emas Dunia
Harga logam mulia kembali berkilau imbas konflik di Ukraina. Harga emas dunia telah menyentuh level tertinggi dalam 8 bulan.
Pemicunya, muncul laporan jika terjadi adanya tembakan mortir di Ukraina timur mendorong permintaan untuk logam mulia.
Pendorong harga emas dunia lain, adalah sinyal yang kurang hawkish dari risalah pertemuan terakhir Federal Reserve AS.
Melansir laman CNBC, Jumat (18/2/2022), harga emas di pasar spot naik 1,5 persen menjadi USD 1.897,21 per ounce.
Adapun harga emas berjangka AS naik 1,6 persen menjadi USD 1.902 per ounce, mencapai level tertinggi sejak pertengahan Juni.
“Krisis Ukraina telah memberikan momentum ekstra untuk bullion yang telah condong ke emas sebagai lindung nilai inflasi. Ini dibuktikan dengan lonjakan arus masuk ke ETF yang didukung bullion baru-baru ini,” kata analis Exinity Han Tan.
Pemberontak yang didukung Rusia dan pasukan Ukraina saling menuduh masing-masing telah menembak melintasi garis gencatan senjata di Ukraina timur.
Tudingan ini meningkatkan alarm pada saat negara-negara Barat telah memperingatkan kemungkinan invasi Rusia setiap hari.