Belum Hamil, Lakukan Saja Bagianmu, Dokter: Seks Itu Nggak Pamrih

Jangan pikirkan porsi Tuhan dan tanya kapan saya hamil saat promil dijalankan.

oleh stella maris diperbarui 05 Jan 2022, 02:56 WIB
Ilustrasi Pemeriksaan Kehamilan Credit: pexels.com/Mart

Liputan6.com, Jakarta Mayoritas orang yang menikah, pasti mendambakan memiliki keturunan. Namun ketika tengah merencanakan untuk memiliki keturunan, kehamilan tak kunjung datang. 

Memang nggak semua orang yang menikah dapat dikaruniai keturunan. Namun yang namanya usaha, pasti selalu dilakukan, tentunya menjalankan program kehamilan. 

Nah, ketika program kehamilan alias promil dilakukan, sayangnya nggak sedikit pasangan yang melupakan bahwa melakukan hubungan intim alias seks bukanlah paksaan. 

Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan, Konsultan Fertilitas, dr. Marinda Suzanta, Sp.OG (K-FER) yang rutin membuka Kelas Edukasi di Rumah Sakit EMC Tangerang (RS EMCT) menjelaskan, ketika promil pasangan harus melakukan hubungan intim dengan hati yang bahagia, tanpa ada pikiran yang berarti. 

"Jangan pikirkan porsi Tuhan dan tanya kapan saya hamil saat promil dijalankan. Tapi pikirkan porsi yang harus dilakukan sendiri. Kalau saat seks masih memikirkan kapan akan hamil, artinya pamrih. Seks itu nggak pamrih, seks itu harus ikhlas dan dilakukan dengan hati yang happy," kata dr Marinda kepada Liputan6.com beberapa waktu lalu. 

Wanita yang akrab disapa dr Manda, dalam setiap kelas edukasi promil kepada para pesertanya selalu menegaskan, setiap pasangan harus berkomitmen. Ya, komitmennya adalah menjalani porsi sebagai pasien yang tengah merencanakan kehamilan. 

"Jadi, target dokter itu adalah pasien melakukan hubungan intim dengan ikhlas, olahraga yang ikhlas, dan rutin mengonsumsi antioksidan juga dengan ikhlas. Itulah porsi pasien," jelas dr Manda. 

Jika pasien sudah rajin seperti yang ditargetkan, lanjut dr Manda, otomatis, tubuh pasien sudah siap untuk menjalani program selanjutnya. Melakukan porsi yang dianjurkan dokter kandungan, menurut dr Manda memang nggak mudah, butuh komitmen yang kuat, agar program kehamilan dapat berjalan sesuai tujuan yang ditargetkan. 

Nah, jika kamu sedang merencanakan kehamilan, pilihlah rumah sakit yang menawarkan program edukasi untuk pasangan menikah. Selain itu, pilihlah dokter berpengalaman dan berasal dari rumah sakit yang memiliki dukungan fasilitas medis lengkap dan terkini, serta memberikan pelayanan terpadu, untuk perawatan kesehatanmu.

Dengan memilih dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang tepat, kamu sebagai pasien dapat melakukan perencanaan kehamilan dengan lancar. Termasuk dalam memilih proses persalinan dan perawatan pasca persalinan yang nyaman.

 

(*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya