Menteri Investasi: Oknum Pejabat atau BUMN Hambat Proyek Mobil Listrik, Minggir!

Pemerintah tengah menggenjot industri mobil listrik di Indonesia.

oleh Liputan6.comDiperbarui 01 Desember 2021, 13:59 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyampaikan paparan saat diskusi panel V Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Rabu (13/11/2019). Panel V itu membahas penyederhanaan regulasi dan reformasi birokrasi. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah tengah menggenjot industri mobil listrik di Indonesia. Untuk itu, segala hal yang menghambat siap dilibas oleh para pembantu Presiden.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia meminta tidak ada oknum yang berniat menghambat perkembangan mobil listrik di Indonesia.

Dia menegaskan, bagi siapa saja pejabat maupun oknum Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menghambat bagian dari transformasi ekonomi itu agar minggir.

"Kepada pengusaha, pejabat atau oknum di BUMN yang tidak setuju dengan transformasi ekonomi ini saya harap untuk minggir, karena negara harus maju," katanya dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (1/12/2021).

Bahlil menceritakan, pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan Jerman delam hal pengadaan mobil listrik. Namun kerja sama tersebut akan diwujudkan secara Bisnis (B2B) sehingga melibatkan perusahaan.

"Kemaren saya ke Jerman, berencana akusisi B2B yang penting visible termasuk dengan mobil. Pemainnya bukan hanya baterai, tapi juga mobil," katanya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tak Lagi Ekspor Bahan Mentah

Ketua Dewan Pembina Repnas, Bahlil Lahadalia memberi sambutan pada acara syukuran menyambut kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Jakarta, Sabtu (20/4). Syukuran kemenangan digelar berdasarkan pantauan hitung cepat tim internal yang memenangkan pasangan nomor urut 01. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Bahlil menegaskan, Indonesia secara perlahan meninggalkan penjualan sumber daya alam (SDA) mentah seperti nikel. Pemerintah pun mengundang berbagai investor untuk mendirikan pabrik agar bahan baku tersebut bisa diolah menjadi barang setengah jadi hingga barang jadi.

"Kami tidak segan-segan untuk maju terus, sebagai bentuk bagi bangsa dan negara. Kalau bicara merah putih sekarang, saya merah mutih dan tidak punya warna-warna lain untuk kepentingan rakyat dan negara," tandasnya.

 

 

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya