PLN Genjot Pengadaan Listrik dari Air dan Panas Bumi

Potensi aliran listrik PLN dari energi terbarukan, seperti panas bumi dan tenaga air diproyeksikan bakal melambung sekitar 17% di 2020.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Desember 2012, 14:36 WIB
Potensi aliran listrik PLN dari energi terbarukan, seperti panas bumi dan tenaga air diproyeksikan bakal melambung sekitar 17% di 2020.

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Nur Pamudji mengatakan, saat ini listrik PLN yang berasal dari panas bumi dan tenaga air mencapai 12%.

"Tahun ini, kontribusinya sekitar 12% dan pada 2020 akan meningkat menjadi sekitar 17%," imbuhnya di Jakarta, Jumat (21/12/2012).

Listrik dari energi terbarukan itu, lanjutnya, untuk memenuhi kebutuhan listrik yang tumbuh signifikan sebesar 10% sampai akhir tahun 2012.

"Peningkatan tersebut bisa dicapai bila kami melakukan upaya sungguh-sungguh," katanya.

Hanya saja, lebih jauh dia menerangkan, regulasi menyangkut kehutanan menjadi hambatan yang dihadapi untuk merealisasikan target itu.

"Panas bumi digolongkan sebagai kegiatan penambangan dan ini kami nilai kurang pas. Tapi panas bumi tidak mengganggu kehutanan, karena yang dilakukan adalah membuat sebuah lubang kedalaman 1.200 meter dan akhirnya kita punya uap," jelas dia.

Nur menjelaskan, jika pemerintah dan masyarakat menyadarinya situasi itu, maka pengembangan panas bumi di Indonesia akan melaju dengan cepat.

Persoalan lain, menurutnya adalah menyalurkan listrik dari hutan ke kota. "Kita menggunakan tower-tower tinggi, di mana towernya melebihi pucuk pohon di hutan itu. Kalau hal seperti ini dipermudah dan dipercepat perijinannya, maka energi panas bumi dari tengah hutan bisa dengan mudah disalurkan ke kota," harap dia.

Nur mencatat, elektrifikasi nasional sampai dengan akhir tahun ini tercapai 74%. Pihaknya membidik kenaikan sambungan listrik sebesar 78% di 2013.

"Tahun ini, kami dapat sambungan listrik 2,9 juta pelanggan. Tapi kan ini belum tutup tahun. Sedangkan sebelumnya mencapai 3,5 juta pelanggan," jelasnya.

Di tahun depan, permintaan listrik ditargetkan naik 2,5-3 juta pelanggan dengan catatan kalau pertumbuhan ekonomi tahun ini sama dengan tahun 2013. (FIK/IGW)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya