Bakso selama ini identik dengan daging sapi. Namun di Bali, daging ayam yang diolah menjadi hidangan bakso. Rasanya tak kalah lezatnya dengan bakso sapi.
Saat dikunjungi Liputan 6 SCTV, Jumat (21/12/2012), warung bakso sederhana di Renon, Bali, setiap hari selalu ramai pembeli. Warung yang sudah berjualan selama 20 tahun ini menyediakan bakso ayam. Ini mengingat masyarakat Hindu Bali tidak memakan daging sapi.
Satu porsi bakso ayam dihargai Rp 9.000, sama dengan harga satu porsi bakso sapi. Setiap hari warung bakso ini menghabiskan 20-30 kilogram daging ayam untuk dibuat jadi bakso.
"Kalau bakso ayam lebih empuk dibandingkan bakso sapi, rasanya juga enak," ujar pembeli bernama Desi yang kerap datang membeli.
Di Jakarta, untuk menyiasati mahalnya harga daging sapi, para pedagang bakso mencari alternatif dengan cara mencampur bakso dengan daging ayam. Sebagian pedagang menilai penggunaan daging ayam lebih effektif ketimbang mengoplos daging babi yang merugikan orang lain.
Daging ayam yang digunakan berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram. Pedagang menjamin tak ada perbedaan dari cara membuatnya dan ayam yang digunakan tetap ayam segar. Seperti yang dilakukan Hartanto, pedagang bakso di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia mengaku bisa menghabiskan 5 kilogram daging sapi dan 5 kilogram daging ayam untuk membuat bakso yang dijual Rp 10 ribu per mangkuk.
"Rasanya nggak jauh beda, lagipula harga daging ayam lebih murah dibandingkan daging sapi saat ini. Rata-rata saya bisa menjual 80 mangkuk bakso setiap hari, "ujar Hartanto. (Adi)
Advertisement