Dubes: Tragedi Sukhoi Pererat Rusia-Indonesia

Mikhail Galuzin, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, menegaskan akan tetap berkerja sama dengan Indonesia meskipun kecelakaan Sukhoi Superjet 100 telah menewaskan 45 orang.

oleh Liputan6 diperbarui 18 Des 2012, 15:47 WIB
Mikhail Galuzin, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, menegaskan akan tetap berkerja sama dengan Indonesia meskipun kecelakaan Sukhoi Superjet 100 telah menewaskan 45 orang. Bahkan, setelah tragedi itu, hubungan Rusia-Indonesia kian erat.

"Saya berkeyakinan bahwa kemitraan antara pihak Rusia dan pihak Indonesia dalam menanggulangi musibah ini dan melakukan investigasi akan membantu mengembangkan suasana bagi peningkatan selanjutnya secara bertahap kerjasama di bidang pengangkutan, termasuk penerbangan sipil, antara lain di bidang pengadaan pesawat-pesawat sipil Rusia untuk pengangkut-pengakut nasional Indonesia," ujar Mikhail Galuzin di gedung KNKT, jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta pada Selasa (18/12/2012).

Dia mengatakan, pihak Rusia dan Indonesia telah melakukan proses investigasi dengan baik terkait kecelakaan pesawat itu. Ia pun berkeyakinan bahwa investigasi, yang hasilnya telah tercatat dalam laporan itu merupakan hasil investigasi objektif dan seimbang.

"Menurut estimasi para ahli, investigasi diadakan sesuai dengan standar-standar International Civil Aviation Organization (ICAO). Kesimpulan-kesimpulan dan isi laporan, seperti diketahui, telah diterima oleh semua pihak yang terlibat; Rusia, Indonesia, AS, dan Prancis," katanya.

Menurut Mikhail, investigasi itu akan semakin memperat hubungan Indonesia dan Rusia, terutama dalam kerjasama pesawat pengangkut. Laporan itu merupakan hasil dari kerja sama efektif dan konstruktif antara pihak Rusia dan Indonesia, dengan pesertaan wakil-wakil dari Kementerian Industri dan Perdagangan Rusia, korporasi pesawat-pesawat sipil Sukhoi, dengan dukungan dari para ahli Komite Aviasi Antarnegara, disertai perwakilan dari Komite Nasional Transportasi RI, Kementerian Perhubungan Indonesia, tokoh-tokoh masyarakat ilmiah.

"Saya mengenal bahwa kerja ini diadakan dalam suasana saling mendukung dan kemitraan baik, kita bicara baik mengenai penyempurnaan selanjutnya, sistem-sistem keselamatan penerbangan, maupun mengenai diperkokohnya kerjasama, antara lain demi tujuan ini juga, antara otoritas-otoritas penerbangan Rusia dan Indonesia, serta badan-badan dan organisai bersangkutan lainnya," imbuhnya.

Selain hal tersebut, Duta Besar Rusia untuk Indonesia pada kesempatan yang sama menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya untuk keluarga korban, yang tidak hanya berasal dari Indonesia, namun juga berasal dari Rusia, AS, dan Prancis.

"Saya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam berkaitan dengan tewasnya korban yang berada di pesawat Sukhoi Super Jet 100, yang mengalami kecelakaan pada 9 Mei 2012. Saya juga ingin mengucapkan belasungkawa yang tulus dan mendalam kepada semua warga Negara Indonesia, Rusia, AS, dan Prancis, yang telah menghilangkan kerabatnya, sudara-saudara dan teman-teman akibat tragedi ini. Tugas kita bersama, mengenang orang-orang yang tewas, berupaya segala sesuatu agar musibah-musibah serupa tidak berulang lagi," papar Mikhail.(Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya