Jelang Pemilu 2024, Partai Garuda Ingatkan Sampaikan Gagasan Bukan Malah Sindir Jokowi

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menyoroti adanya dinamika jelang Pemilihan Umum atau Pemilu 2024. Saat ini, konstelasi politik pun mulai muncul.

oleh Liputan6.comDiperbarui 19 Januari 2023, 17:13 WIB
Ilustrasi Pemilu. (Liputan6.com/M Syukur)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menyoroti adanya dinamika jelang Pemilihan Umum atau Pemilu 2024. Saat ini, konstelasi politik pun mulai muncul.

Begitu pula dengan munculnya berbagai survei dan tokoh-tokoh bersama para pendukungnya jelang Pemilu.

"Menjelang Pemilu, tepatnya menjelang Pilpres, konstelasi politik mulai meningkat, berbagai tokoh bermunculan dengan berbagai survei dan para pendukungnya para tokoh satu persatu mulai melakukan pergerakan dalam mendukung tokoh-tokoh yang ingin bertarung dalam Pilpres," ujar Teddy melalui keterangan tertulis, Kamis (19/1/2023).

Meski begitu, Teddy menyayangkan yang muncul kebanyakan bukan menjual pemikiran atau gagasan, tetapi malah berusaha menjatuhkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Yang muncul kebanyakan bukan menjual pemikiran, menjual gagasan, atau saling mematahkan gagasan dan pemikiran antar tokoh satu dan yang lainnya yang ingin berlaga di Pilpres, tapi malah sibuk menyerang, memaki, menghina bahkan memfitnah Presiden Jokowi," papar dia.

Ini artinya, menurut Teddy, para pendukung tidak mampu melihat atau memang tokoh yang ingin mereka dukung tidak memiliki nilai jual atau pun prestasi.

"Sehingga untuk menaikkan popularitas, maka cara yang paling mudah adalah dengan menyerang Jokowi. Ingat, Jokowi bukan lagi kontestan, sampaikan apa pemikiran kalian akan Indonesia kedepan, bukan malah sibuk menyerang Jokowi tapi miskin akan gagasan," jelas Teddy.

 

Sebut Jokowi Firaun, Cak Nun: Minta Maaf, Saya Kesambet

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri acara Sinau Bareng Cak Nun di Pondok Segoro Agung Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. (Foto: Dokumentasi Tim Media Prabowo Subianto).

Sebelumnya, Emha Ainun Najib, atau akrab disapa Cak Nun, mengaku salah dan meminta maaf kepada pihak-pihak yang dirugikan usai menyebut Jokowi sebagai Firaun pada sebuah acara.

"Saya mohon ampun kepada Allah. Mohon pertolongan. Minta maaf kepada orang-orang yang menderita oleh ucapan saya," ujarnya pada sebuah video yang beredar, Kamis (19/1/2023).

Cak Nun mengaku sudah ditegur oleh keluarga terkait ucapannya tersebut.

"Barusan saya disidang sama keluarga. Digoblok-goblokkan, dianggap tidak bijaksana. Termasuk Sabrang ini yang ngajar aku habis-habisan," ujarnya.

Cak Nun mengaku tidak masalah dengan semuanya itu. Dia mengakui telah melanggar ucapannya sendiri yang dibawanya pada sejumlah kegiatan Maiyah yang diasuhnya.

"Di situ saya ajarkan jangan ngomong siapa, tapi apa. Tapi ternyata saya sendiri tidak bisa melakukan itu," ujarnya.

 

Ditegur Keluarga dari Video Viral

Paduan selawat dengan lagu Natal oleh Cak Nun buktikan toleransi agama dalam bentuk konkrit. (Ist)

Cak Nun mengaku kesambet atas ucapannya tersebut.

"Kesambet itu tolong Anda pahami sebagai bagian dari manusia," jelasnya.

Diketahui, pada sebuah kegiatan yang videonya viral, Cak Nun terlihat membicarakan soal Pemilu 2024. Dia menyatakan, bahwa Pemilu 2024 sudah ada pemenangnya sejak saat ini.

"Karena Indonesia dikuai Firaun yang namanya Jokowi," ujar Cak Nun.

Infografis Jadwal dan Usulan Tahapan Pemilu Serentak 2024 (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya