Minta Pakai Masker Jadi Budaya, Luhut: Kita Belum Tahu Kapan Covid-19 Berakhir

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan meminta penggunaan masker dijadikan budaya oleh masyarakat selama pandemi Covid-19.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 26 Agustus 2021, 10:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi beberapa Sentra Vaksinasi dan Pusat Isolasi Terpadu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu 14 Agustus 2021.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta penggunaan masker dijadikan budaya oleh masyarakat selama pandemi Covid-19.

Menyusul, belum adanya titik terang akan kepastian pandemi Covid-19 berakhir sebagaimana diungkapkan para ahli.

"Penggunaan masker harus jadi budaya. Karena, terus terang dari berbagai literatur yang kita lihat dan berbagai pendapat para pakar baik dari dalam maupun luar negeri kita belum tahu kapan Covid-19 ini berakhir," ucapnya dalam acara Peluncuran Kampanye Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Wisata Indonesia (BWI), Kamis (26/8).

Terlebih, imbuh Menko Luhut, Presiden Jokowi telah meminta masyarakat untuk bisa hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19. Diantaranya dengan tetap memakai masker dalam berbagai aktivitas untuk menekan tingkat penularan virus corona jenis baru tersebut.

"Jadi, seperti apa yang disampaikan oleh presiden (Jokowi) kita mungkin akan hidup dengan ini. Dan nkita harus bisa mengendalikan ini," tegasnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers tentang pengembangan dan pembuatan vaksin COVID-19 harus ikuti prosedur dan kaidah ilmiah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo saat ini belum berencana melonggarkan kebijakan PSBB yang berlaku di sejumlah daerah di Tanah Air. Tetapi pemerintah saat ini terus melakukan pemantauan berdasarkan data dan fakta di lapangan untuk menentukan periode terbaik bagi periode tahapan masyarakat kembali produktif namun tetap aman dari Covid-19.

"Kita harus sangat hati-hati. Jangan sampai kita keliru memutuskan. Tapi kita juga harus melihat kondisi masyarakat sekarang ini. Kondisi yang terkena PHK dan kondisi masyarakat yang menjadi tidak berpenghasilan lagi. Ini harus dilihat," kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/5).

Mantan Wali Kota Solo juga menjelaskan nantinya masyarakat bisa beraktivitas normal kembali. Tetapi harus menyesuaikan dan hidup berdampingan dengan Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyatakan bahwa terdapat potensi bahwa virus ini tidak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat.

"Informasi terakhir dari WHO yang saya terima bahwa meskipun kurvanya sudah agak melandai atau nanti menjadi kurang, tapi virus ini tidak akan hilang. Artinya kita harus berdampingan hidup dengan Covid. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, berdamai dengan Covid. Sekali lagi, yang penting masyarakat produktif, aman, dan nyaman," ucap Jokowi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya