Investor Pasar Modal Capai 5 Juta, Analis Sebut Masyarakat Mulai Paham Investasi

Dari data yang dirilis KSEI, jumlah single investor identification (SID) pasar modal telah mencapai 5.088.093 investor hingga April 2021.

oleh Dian Tami Kosasih diperbarui 18 Mei 2021, 21:45 WIB
Peserta terlihat serius saat mengikuti cara berinvestasi Mandiri Skuritas di Bursa Efek Jakarta, Selasa (17/11). Mandiri Sekuritas terus mendorong pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Investor di pasar modal Indonesia saat ini sudah menembus 5 juta. Hal ini terlihat dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga akhir April 2021.

Dari data yang dirilis KSEI, jumlah single investor identification (SID) pasar modal telah mencapai 5.088.093 investor. Angka tersebut meningkat hingga 31,11 persen dibandingkan Desember 2020, yakni sebanyak 3.880.753 SID.

Melihat pertumbuhan itu, Pengamat Pasar Modal dan Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee menyebut, masih banyaknya masyaraakat yang bekerja dari rumah menjadi salah satu alasan kenaikan SID terjadi.

"Memang kalau kita lihat jumlah investor ini naik terus karena memang banyak orang yang berada di rumah sehingga ada waktu lebih dan juga memiliki dana lebih," ujar dia kepada Liputan6.com, Selasa (18/5/2021).

Selain itu, kemudahan masyarakat mendapatkan informasi dan mengakses teknologi menjadi faktor pendukung adanya peningkatan jumlah investor di pasar modal.

"Ada keuntungan yang didengar juga menjadi salah satu faktor orang tertarik melakukan investasi, nah ini yang menyebabkan orang tertarik melakukan investasi," ujar dia.

Tak hanya itu, Hans juga menyebut pertumbuhan yang terjadi menjadi salah satu bukti bila masyarakat saat ini mulai menyadari pentingnya melakukan investasi.

"Sebenarnya pertumbuhan ini menjadi salah satu contoh bila masyarakat saat ini mulai melek invetasi dan ternyata masih cukup banyak orang yang memiliki dana lebih untuk melakukan investasi," tuturnya.  

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

2 dari 2 halaman

Kuartal I 2021, BEI Sebut Pertumbuhan Investor 27 Persen

Peserta memantau monitor bursa saham pasar modal di Bursa Efek Jakarta, Selasa (17/11). Hal ini sejalan dengan salah satu inisiatif pemerintah melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni menambah jumlah investor pasar modal. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, hingga saat ini pertumbuhan investor sudah mencapai 27 persen, dibandingkan angka pada akhir tahun lalu.

Adapun 2021, BEI menargetkan pertumbuhan investor sebesar 10 persen tiap bulan. Artinya, untuk kuartal pertama, secara akumulatif BEI menargetkan kenaikan investasi sebesar 30 persen.

"Sampai dengan hari kemarin kita mencatat pertumbuhannya sudah 27 persen dibanding angta di akhir tahun yang lalu. Jadi mudah-mudahan angka pertumbuhan 10 persen tiap bulannya tetap bisa kita catatkan,” kata Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi dalam siaran bertajuk Incar Cuan Investasi Saham, Pahami Risikonya, Selasa, 23 Maret 2021.

Sejalan dengan tren peningkatan investor baru-baru ini, BEI bahkan sempat mengajukan revisi target pertumbuhan investor secara tahunan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari semula 25 persen, menjadi 30 persen.

"Tapi nampaknya ini juga akan tetap kita cermati dan antau terus perkembangan terakhirnya,” kata Hasan.

Untuk diketahui, sepanjang 2020, jumlah investor di Pasar Modal Indonesia yang terdiri atas investor saham, obligasi, maupun reksa dana, meningkat sebesar 56 persen mencapai 3,87 juta Single Investor Identification (SID) sampai dengan 29 Desember 2020.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya