TNI Mengaku Cuma Memiliki Bom TNT

Penggunaan bom TNT hanya untuk menerobos pertahanan musuh dan menghalangi serangan musuh masuk ke wilayah Indonesia. TNI mengaku tak mempunyai bom jenis RDX dan C-4.

oleh Liputan6Diterbitkan 01 November 2002, 08:46 WIB
Liputan6.com, Bogor: Militer Indonesia hanya menggunakan bom jenis TNT (trinitroluene) untuk keperluan pertahanan maupun pendidikan. Sedangkan bom jenis lain, seperti RDX (Cyclotrimethylenetrinitramine) dan C-4 hanya dipelajari secara teori. "TNI tak pernah memilikinya," kata Kolonel Czi Puguh Santosa, Komandan Pusat Pendidikan Zeni TNI Angkatan Darat, saat memperagakan peledakan bom TNT di Pusat Latihan dan Pendidikan Zeni di Cihampea, Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/10) siang.

Menurut Puguh Santosa, TNI sengaja mempelajari bom jenis RDX dan C-4 secara teori untuk kepentingan internasional [baca: RDX yang Berdaya Ledak Dahsyat]. Maksudnya, setiap prajurit harus mengetahui ciri dan detail bom tersebut karena TNI kerap terlibat dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa. Selain itu, TNI menggunakan bom TNT untuk menerobos pertahanan musuh dan menghalangi serangan lawan masuk ke wilayah Indonesia.

Puguh menambahkan, Mabes TNI AD memperagakan peledakan bom TNT untuk menampik keterlibatan militer dalam kasus peledakan bom Bali. Dalam peragaan itu, TNI membandingkan dampak dan kekuatan bom yang dimiliki TNI dan bom yang meledak di Bali. Saat peragaan, TNI meledakkan lima bom jenis TNT di tempat yang berbeda. Hasilnya, efek dan kekuatan jenis bom TNT ternyata berbeda dengan jenis bom yang meledak di Pulau Dewata. Dampak peledakan bom TNT juga tak menimbulkan efek kebakaran pada obyek yang diledakkan [baca: Bahan Peledak Bom Bali dari Luar Negeri].(ULF/Wiwik Susilo dan Efendi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya