Liputan6.com, Jakarta Sejumlah penggemar Manchester United (MU) di media sosial sepertinya berkeinginan agar Setan Merah kalah di kandang Everton di Goodison Park pada laga lanjutan Liga Inggris, akhir pekan lalu. Mereka menunggu kedatangan Mauricio Pochettino untuk perubahan manajerial.
Namun, sepertinya fans MU akan menunggu lebih lama mengingat respon dari Ole Gunnar Solskjaer dan timnya pada laga Liga Inggris Sabtu lalu.
Advertisement
Manajer MU asal Norwegia itu memang sempat menegaskan kembali keyakinannya bahwa dia memiliki dukungan klub menjelang pertandingan. Dia mengklaim dewan enggan melakukan perubahan manajerial di awal musim.
Ketidakkonsistenan MU adalah masalah utama tim di bawah Solskjaer, tetapi mereka sepenuhnya berhak mendapatkan tiga poin di Merseyside, sama seperti mereka sepenuhnya tidak pantas mendapatkan poin melawan Arsenal dan Istanbul Basaksehir.
Solskjaer memiliki bakat untuk keluar dari situasi sulit. Bahkan, jika gagal mengulangi prestasi itu dia akan tetap bertanggung jawab. Setelah kemenangan ini, dia pasti akan memimpin lagi MU melawan West Brom di Liga Inggris dalam waktu dua minggu mendatang.
Simak Video Menarik Berikut Ini
Ikuti Pemimpinnya
Sudah seminggu sejak Roy Keane mengecam kredensial kepemimpinan di lapangan, mempertanyakan apakah mereka memiliki seorang pemimpin dalam skuat mereka menyusul kekalahan mengerikan dari Arsenal. Tujuh hari kemudian dia dipaksa untuk memakan kata-katanya.
Bruno Fernandes adalah katalisator di Goodison Park. Kepemimpinan vokalnya dapat didengar oleh pemirsa TV yang menonton di rumah, Tapi, bukan hanya berbicara lebih keras, penampilannya di lapanganlah yang menyeret timnya kembali ke permainan.
Seperti yang telah dilihat pada tahun 2020, Fernandes tahu bagaimana cara mengambil permainan. Dan dia tidak khawatir soal rekan satu timnya jika mereka tidak mencapai standar tinggi yang sama.
Keane benar bahwa MU tidak memiliki cukup pemimpin di klub, tetapi yang mereka miliki layak mendapatkan emas.
Bertanggungjawab
Solskjaer sudah pasti bertanggung jawab pada pekerjaannya di MU, salah satu kata kunci yang terkait dengannya adalah 'margin bagus'. Manajer sering mengutip perbedaan tipis antara kesuksesan dan kegagalan di sepak bola papan atas dan itu adalah sesuatu yang telah tersebar sepanjang waktunya di klub.