Kata Gubernur Viktor Soal Pembangunan Pariwisata Premium NTT

Pariwisata NTT, khususnya Taman Nasional Komodo, tengah menjadi perhatian banyak orang.

oleh Ola Keda diperbarui 30 Okt 2020, 05:00 WIB
Foto: Gubernur NTT, Viktor Laiskodat (Liputan6.com/Ola Keda)

Liputan6.com, Kupang - Gubernur NTT, Viktor Laiskodat meminta para kepala daerah sedaratan Flores, Lembata, dan Alor, serta Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), membangun cara berpikir pariwisata yang integral. Desain-desain pariwisata harus dirancang secara baik dengan mengutamakan keunggulan dan keunikan setiap daerah untuk dapat dipromosikan oleh BOP.

"Basis dalam membangun pariwisata ke depan adalah masyarakat. Masyarakat model mana yang kita ingin wujudkan dengan pariwisata. Kita harus mampu mendesain berbagai kebijakan pariwisata untuk kepentingan community tourism atau masyarakat pariwisata. Karenanya perlu dibangun cara berpikir pariwisata,” ujar Viktor, Rabu (28/10/2020).

Ia mengatakan, sebanyak 11 Kabupaten di NTT yang menjadi wilayah koordinatif BOPLBF yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor serta Bima dari Provinsi NTB.

Menurut dia, membangun pariwisata harus mulai dengan konsep yang jelas dan dimengerti. Dimulai dari teori seperti apa lalu turunan serta praktiknya harus didesain dengan jelas. Apalagi bicara tentang pariwisata premium dan berkelanjutan.

“Jangan kita bicara pariwisata dengan konsep yang wow tapi tidak kita mengerti. Tidak boleh kita omong hal-hal yang kita sendiri tidak tahu. Harus jelas ilmunya seperti ini, turunannya bagaimana? Kerangka berpikir masyarakat seperti ini, kerangka berpikir pemerintah harus begini dan dunia usaha harus seprti ini. Ini harus dimengerti dan didesain dengan baik, baru kita dapat melayani masyarakat, secara baik,” jelas dia.

Ia juga meminta semua kepala daerah agar punya mindset pariwisata serta menunjukan cara kerja yang luar biasa. Juga mesti mampu membangun jaringan dengan para pelaku dan pegiat pariwisata nasional dan dunia serta meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris.

“Saya minta desain pariwisata kawasan ini harus sudah selesai secepatnya. Badan otorita maunya apa, kerjanya apa dan masa depannya yang ingin dicapai seperti apa. Desain pariwisata seluruh kabupaten Flores, Lembata dan Alor harus menyatu di sana. Badan Otorita juga bisa ambil inisiatif untuk menanyakan apa sih yang dimiliki oleh Labuan Bajo dan Flores untuk dijual? Harus ada kolaborasi. Tidak boleh Badan Otoritanya jalan sendiri, pemerintah kabupatennya jalan sendiri dan gubernurnya jalan sendiri. Ini harus dihilangkan,” tegasnya.

Ia meminta BOBF untuk bersama para bupati mendesain dua produk unggulan pariwisata NTT lengkap dengan narasinya yang akan dikembangkan pada 2021. Keduanya dibuat dalam agenda pariwisata dan dijual ke luar negeri.

“Ini tugasnya Badan Otorita Pariwisata. Harus bisa memastikan kedua produk unggulan itu bisa disuka, ditonton dan diketahui oleh semakin banyak orang. Karena itu bisa menarik orang datang ke sini. Rencana apa saja yang terkait pariwisata agar semakin dikenal dunia, BOPLBF ada di sana. Sale dan marketingnya harus terintegrasi dengan baik. BOPLBF tidak perlu terlibat dalam pembangunan infrastruktur," tandasnya.

 

**Ingat #PesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Simak juga video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya