5 Alasan Manchester United Akan Kesulitan Mengalahkan Brighton

Manchester United akan menghadapi tuan rumah Brighton and Hove Albion pada laga kedua Liga Inggris di Amex Stadium, malam ini.

oleh Bogi TriyadiDiterbitkan 26 September 2020, 13:00 WIB
Brighton & Hove Albion vs Manchester United (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United (MU) memulai Liga Inggris 2020/21 dengan buruk. Setan Merah dipermalukan Crystal Palace 1-3 di Old Trafford, Sabtu, 13 September lalu.

Pada laga itu, Manchester United tampak kehilangan kecepatan. Bahkan, skuat racikan Ole Gunnar Solskjaer ini tidak benar-benar mampu mengalahkan Palace.

Penampilan MU seperti berbanding terbalik dengan performa menjelang akhir musim lalu. Setan Merah mampu mengamankan posisi empat besar dan lolos ke Liga Champions.

Malam nanti, Manchester United akan menghadapi Brighton dan Hove Albion di Amex Stadium untuk mengamankan poin pertama musim ini. Namun, laga ini tidak akan mudah bagi Marcus Rashford dan kolega.

Berikut 5 alasan mengapa Manchester United akan sulit mengalahkan Brighton seperti dikutip dari Sportskeeda.

 

 

Saksikan Video Manchester United di Bawah Ini


5. Brighton dalam performa bagus

Pemain Brighton merayakan gol yang dicetak Bernardo Fernandes ke gawang Portsmouth pada laga Piala Inggris di Falmer Stadium, Jumat (18/9/2020) dini hari WIB. Brighton menang 4-0 atas Portsmouth. (AFP/Glyn Kirk/pool)

Usai kalah 1-3 dari Chelsea pada pekan pertama Liga Inggris, Brighton and Hove Albion bangkit. The Seagull terlihat sebagai tim tangguh dengan memenangkan tiga pertandingan terakhirnya.

Kemenangan 3-0 atas Newcastle United di Liga Inggris dilengkapi dengan dua hasil gemilang di Piala Liga Inggris. Brighton menang 4-0 atas Portsmouth dan mengalahkan Preston North End 2-0.

 

 


4. Manchester United terlalu banyak tekanan

Pemain Manchester United, Donny van de Beek, membawa bola usai mencetak gol ke gawang Crystal Palace pada laga Premier League di Stadion Old Trafford, Sabtu (19/9/2020). Setan Merah takluk dengan skor 1-3. (Richard Heathcote/Pool via AP)

Aktivitas Manajer Manchester United di bursa transfer musim panas berharap mendapatkan dukungan. Tapi, sejauh ini Setan Merah baru merekrut Donny van de Beek dari Ajax.

Transfer itu terjadi lebih karena hubungan Edwin van der Sar dengan MU daripada kecerdasan bisnis Ed Woodward. Meski kedatangan Van de Beek disambut baik, membeli gelandang bukan prioritas dari Solskjaer.

Suporter MU telah mengekspresikan rasa frustasi mereka di media sosial. Hal jelas menambah tekanan bagi MU. Ditambah lagi, kekalahan 0-3 dari Crystal Palace pada laga pembuka Liga Inggris menambah tekanan itu.

 

 


3. Kurangnya kualitas kedalaman skuat

Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes (MU) (LINDSEY PARNABY / AFP)

Kurangnya kualitas kedalaman skuat akan terus menghantui Manchester United sepanjang musim ini. Hal itu akan terjadi jika Ole Gunnar Solskjaer tidak mendapat tambahan pemain berkualitas.

Pada saat musim lalu berakhir, para pemain MU tampak lelah lantaran terlalu banyak bermain. Fakta sederhananya adalah kesenjangan yang besar antara para starter MU dan pemain pengganti.

Lanjut Baca:

Jesse Lingard atau Andreas Pereira bukan pengganti Bruno Fernandes. Scott McTominay sedang berkembang tetapi belum tampil sebaik Nemanja Matic. Sedangkan Daniel James harus menempuh jalan panjang untuk bisa mendekati level dengan Marcus Rashford. Victor Lindelof dan Harry Maguire tampak goyah di belakang. Eric Bailly adalah cadangan yang hebat, tapi tidak ada yang mengatakan kapan dia bisa menjauh dari ruang perawatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya