Top 3 Surabaya: Kronologi Keluarga Bawa Paksa Jenazah Pasien COVID-19 di RS Paru

Berikut tiga artikel terpopuler di Surabaya yang dirangkum pada Kamis, 11 Juni 2020.

oleh Agustina MelaniDiperbarui 11 Juni 2020, 07:43 WIB
Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Jakarta - Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya, yang juga menjabat sebagai ketua gugus kuratif COVID-19 Jatim, Joni Wahyuhadi mengaku telah menerima laporan dari direktur Rumah Sakit (RS) Paru Karang Tembok, Kecamatan Semampir Surabaya, tentang kronologi  jenazah pasien Corona COVID-19 yang dibawa paksa keluarga untuk pulang.

"Pihak rumah sakit ingin mengklarifikasi dan menyampaikan apa adanya. Sebetulnya pasien ini sudah dirawat oleh dokter anastesi dengan upaya maksimal, kemudian pada waktu subuh, 4 Juni kemarin, pasien meninggal dunia," tutur dia dalam konferensi pers live streaming di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa malam, 9 Juni 2020.

Selanjutnya, kematian pasien tersebut sudah dilaporkan oleh dokter RSUD, keluarga juga sudah dihubungi tapi tidak sambung dan sudah dilakukan perawatan jenazah sesuai protokol Corona COVID-19, sekitar pukul 06.00 WIB, walaupun pihak keluarga belum ada. 

Artikel kronologi keluarga bawa paksa jenazah pasien Corona COVID-19 di RS Paru menyita perhatian di Surabaya. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Surabaya? Berikut sejumlah artikel terpopuler di Surabaya yang dirangkum pada Kamis, (11/6/2020):

1.Kronologi Keluarga Bawa Paksa Jenazah Pasien Corona-19 di RS Paru

Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya, yang juga menjabat sebagai ketua gugus kuratif COVID-19 Jatim, Joni Wahyuhadi mengaku telah menerima laporan dari direktur Rumah Sakit (RS) Paru Karang Tembok, Kecamatan Semampir Surabaya, tentang kronologi  jenazah pasien Corona COVID-19 yang dibawa paksa keluarga untuk pulang.

"Pihak rumah sakit ingin mengklarifikasi dan menyampaikan apa adanya. Sebetulnya pasien ini sudah dirawat oleh dokter anastesi dengan upaya maksimal, kemudian pada waktu subuh, 4 Juni kemarin, pasien meninggal dunia," tutur dia dalam konferensi pers live streaming di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa malam, 9 Juni 2020.

Selanjutnya, kematian pasien tersebut sudah dilaporkan oleh dokter RSUD, keluarga juga sudah dihubungi tapi tidak sambung dan sudah dilakukan perawatan jenazah sesuai protokol Corona COVID-19, sekitar pukul 06.00 WIB, walaupun pihak keluarga belum ada. 

Berita selengkapnya baca di sini

2. Jawa Timur Masih Mendominasi Tambahan Pasien Baru Corona COVID-19 pada 10 Juni 2020

Jumlah kasus Corona COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah. Tercatat pada Rabu, 10 Juni 2020, ada penambahan sebanyak 1.241 sehingga total konfirmasi positif Corona COVID-19 sebanyak 34.316 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto menuturkan, jumlah tersebut berasal dari pemeriksaan 17.757 spesimen sehingga akumulasi spesimen yang diperiksa 446.918 spesimen.

Dari tambahan pasien baru sebanyak 1.241 orang tersebut, Jawa Timur mencatatkan tambahan kasus terbanyak di Indonesia. Tercatat ada 273 pasien baru terkonfirmasi positif Corona COVID-19.

Berita selengkapnya baca di sini

3. Polisi Bakal Lakukan Langkah Hukum Terkait Pengambilan Paksa Jenazah Pasien COVID-19

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Polda Jatim) akan melakukan langkah hukum dengan mengedepankan preventif terkait para pengemudi ojek online yang menggelar aksi solidaritas untuk membawa paksa jenazah rekannya DAW dari rumah sakit.

Driver ojol DAW ini tutup usia pada Minggu, 7 Juni 2020 di RSUD dr Soetomo Surabaya, dan terbaru hasil tes COVID-19 terkonfirmasi positif. 

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah penegakan hukum dengan mengedepankan langkah edukasi dan preventif.

Berita selengkapnya baca di sini

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya