Liputan6.com, Jakarta - Beberapa pesepak bola terbaik dunia juga terkenal karena egonya. Tidak mengherankan, bentrokan antara pemain dan manajer adalah hal biasa.
Pertentangan antara pesepak bola dan pelatih pun kerap terjadi. Tetapi, terkadang penolakan pemain atas instruksi pelatih membuktikan bahwa mereka berada di posisi yang benar.
Advertisement
Berikut 5 contoh pesepak bola yang menentang pelatih mereka dan terbukti benar seperti dikutip dari Sportskeeda.
1. Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo diakui sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa, tapi para pengumpat akan menuduhnya egois. Meski demikian, biasanya hubungan bintang asal Portugal dengan pelatihnya telah berjalan dengan lancar, dengan asumsi mereka menerapkannya sesuai keinginannya. Namun, itu tidak terjadi di musim 2016-17.
Ronaldo dan Real Madrid berusaha mempertahankan trofi Liga Champions. Ketika itu, mereka bertemuBayern Munchen di perempat final.
Leg pertama berjalan baik untuk Real Madrid yang menang 2-1 pada laga tandang. Tetapi saat bermain di Santiago Bernabeu, Madrid tertinggal 0-1 lewat gol Robert Lewandowski dengan sisa waktu 38 menit lagi.
Dengan Munchen membutuhkan gol lain, pelatih Madrid Zinedine Zidane memutuskan memasukkan pemain baru. Ia memberi sinyal Ronaldo akan diganti.
Tetapi, Ronaldo malah menggelengkan kepalanya dan mengibaskan jarinya kepada Zidane. Juru taktik asal Prancis itu secara mengejutkan setuju dan justru memainkan Marco Asensio dengan menggantikan Karim Benzema.
Sepuluh menit kemudian, Ronaldo mencetak gol penyeimbang. Sayang, gol bunuh diri Sergio Ramos membuat skor menjadi 2-1 untuk Munchen sehingga laga dilanjutkan ke babak tambahan.
Pada babak tambahan, Ronaldo mengambil alih permainan. Ia mencetak dua gol untuk melengkapi hattrick-nya. Luar biasa. Madrid juga mencetak gol keempat melalui Asensio.
Dalam hal ini, penentangan Ronaldo terhadap Zidane jelas terbayar. Los Blancos pun mempertahankan mahkota mereka.
2. Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic kerap bentrok dengan pelatihnya sepanjang kariernya. Dia memiliki perselisihan besar dengan Pap Guardiola saat di Barcelona. Tetapi, tindakan pembangkangan terbesarnya terjadi saat bermain di AC Milan pada musim 2010-11.
Melawan Fiorentina dalam pertandingan Serie A di San Siro, Ibrahimovic melakukan aksi jenius. Dia meneruskan umpan silang di kotak penalti dengan tendangan sepeda ke gawang. Setelah itu bencana datang.