Top 3 Tekno: 116 Aplikasi Berbahaya di Android Jadi Sorotan

Ditemukan 116 aplikasi dengan lebih dari 4,6 juta unduhan yang diklaim telah melakukan penipuan iklan.

oleh IskandarDiterbitkan 25 Desember 2019, 10:49 WIB
Beberapa aplikasi ini dibuat karena iseng-iseng lho tapi ternyata mendapat respon yang tak terduga dari para pengguna Android.

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan keamanan siber White Ops menemukan 116 aplikasi dengan lebih dari 4,6 juta unduhan yang diklaim telah melakukan penipuan iklan (ad-fraud).

Berita ini menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Selasa (24/12/2019) kemarin.

Berita lain yang tak kalah jadi sorotan datang dari IndoXXI yang memutuskan untuk menutup layanan mereka per 1 Januari 2020.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Hati-Hati, Ada 116 Aplikasi Berbahaya di Android

Android kini jadi sistem operasi yang paling banyak digunakan oleh pengguna smartphone. Total, Android telah dipakai oleh lebih dari 2,5 miliar pengguna di dunia.

Dengan pengguna yang begitu banyak, tak mengherankan jika Android menjadi target malware oleh banyak pihak.

Kini, perusahaan keamanan siber White Ops mengidentifikasi ada 116 aplikasi dengan lebih dari 4,6 juta unduhan yang diklaim telah melakukan penipuan iklan (ad-fraud).

Baca selengkapnya di sini

2. IndoXXI Pamitan, Bakal Tutup 1 Januari 2020

Situs streaming film ilegal IndoXXI memutuskan untuk menutup layanan mereka per 1 Januari 2020.

Lewat lamannya di alamat IP http://103.194.171.75 IndoXXI berpamitan kepada para penggunanya yang selama ini mengakses layanannya untuk streaming berbagai film.

"Sangat berat tapi harus dilakukan, terima kasih kepada seluruh penonton setia kami, terhitung sejak tanggal 1 Januari 2020, kami akan menghentikan penayangan film di website ini," kata IndoXXI, memberikan pengumuman pamit.

Baca selengkapnya di sini

 

3. Popularitas Star Wars: The Rise of Skywalker Jadi Celah Hacker untuk Gaet Korban

Suasana di lokasi syuting Star Wars: The Rise of Skywalker. (Foto: Dok. IMDb/ Walt Disney)

Popularitas Star Wars: The Rise of Skywalker yang belum lama ini tayang di sejumlah bioskop Tanah Air menarik perhatian para hacker.

Peneliti Kaspersky menemukan lebih dari 30 situs web palsu dan profil media sosial yang menyamar sebagai akun film resmi, mengumpulkan data kartu kredit pengguna dengan dalih syarat pendaftaran di portal.

Domain situs web yang digunakan untuk mengumpulkan data pribadi dan menyebarkan file berbahaya biasanya menyalin nama resmi film dan memberikan deskripsi menyeluruh serta konten pendukung lainnya, sehingga memperdaya pengguna untuk meyakini bahwa situs web tersebut berhubungan dengan film resmi.

Baca selengkapnya di sini

(Isk/Why)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya