IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Cermati Saham Pilihan Ini

Dari sisi teknikal, IHSG diprediksi akan diperdagangkan ke zona hijau pada rentang support 6.178 dan resistance 6.230.

oleh Bawono Yadika diperbarui 22 Okt 2019, 06:31 WIB
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan dalam skenario (bullish) untuk perdagangan saham hari ini.

Dari sisi teknikal, IHSG diprediksi akan diperdagangkan ke zona hijau pada rentang support 6.178 dan resistance 6.230.

"Masih ada potensi bullish continuation di pasar saham hari ini," ungkap Analis PT Binaartha Parama Sekuritas Nafan Aji Gustama dalam risetnya Selasa (22/10/2019).

Seirama, sinyal positif masih terlihat pada indeks untuk hari ini. Tetapi, potensi aksi profit taking tetap ada mengiringi pergerakan IHSG.

"Keberhasilan kaum banteng untuk menahan gempuran penjualan kaum beruang akhirnya membuahkan hasil dengan mendorong IHSG untuk tembus resistance 6.200 secara intraday," tutur Analis PT KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko.

"Jadi risiko koreksi ke 6.020 mengecil dan skenario menjadi bullish untuk rally menuju 6.300-6.350," tambah dia.

Adapun saham rekomendasi hari ini menurutnya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), hingga saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Sementara itu, Nafan menganjurkan saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), serta saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Perdagangan Kemarin

Pengendara sepeda motor melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (10/10/2019). IHSG ditutup melemah 0,09 persen atau 5,52 poin ke level 6.023,64 dari penutupan perdagangan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan awal pekan ini. Nilai tukar rupiah berada di level 14.078 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan saham Senin (21/10/2019), IHSG ditutup di zona hijau dengan naik 7,04 poin atau 0,11 persen ke level 6.198,98. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga naik 0,11 persen ke posisi 975,69.

Sebanyak 168 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 227 saham melemah dan 166 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 527.285 kali dengan volume perdagangan 19,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8 triliun.

Investor asing jual saham Rp 42,28 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.078.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, empat sektor berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor industri dasar yang melemah 0,25 persen. Diikuti oleh sektor perdagangan yang turun 0,23 persen, sektor konstruksi dan infrastruktur turun dengan angka yang sama yaitu 0,12 persen.

Sementara itu, sektor yang berada di zona hijau sehingga membawa IHSG ke zona hijau antara lain sektor barang konsumsi naik 0,82 persen, sektor perkebunan naik 0,73 persen, dan sektor manufaktur naik 0,41 persen.

Sementara saham-saham yang menguat antara lain SLIS yang naik 24,90 persen ke Rp 11.530 per saham, KRAH naik 23,66 persen ke Rp 1.150 per saham dan ABBA naik 19,13 persen ke Rp 218 per saham.

Saham-saham yang melemah antara lain PGLI turun 20,30 persen ke Rp 157 per saham, INTD turun 18,18 persen ke Rp 27 per saham dan CASS turun 12,10 persen ke Rp 545 per saham. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya