Bandara Beijing Bisa Daulat China Jadi Penguasa Pasar Penerbangan Dunia

China membuka bandara baru yaitu Bandara Internasional Daxing di Beijing, bandara internasional kedua di ibu kota tersebut.

oleh Liputan6.com diperbarui 27 Sep 2019, 20:00 WIB
Pejabat keamanan melakukan tur Terminal Bandara Internasional Daxing Beijing, China, Selasa (9/7/2019). Bandara Internasional Daxing Beijing didesain oleh mendiang arsitek Zaha Hadid. (GREG BAKER/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Sebelumnya terdapat Bandara Internasional Hartsfield-Jackson di Atlanta yang memegang gelar bandara tersibuk di dunia, sejak tahun 1998. Tetapi gelar tersebut terancam karena kehadiran bandara baru di Beijing.

China membuka bandara baru yaitu Bandara Internasional Daxing di Beijing, bandara internasional kedua di ibu kota tersebut. China berharap ketika kapasitas operasional terpenuhi, bandara tersebut mampu melayani 100 juta penumpang setiap tahun.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional berharap Asia Pasifik akan menjadi pendorong terbesar atas permintaan penumpang dalam 20 tahun hingga 2035.

Menurut Asosiasi Transportasi Udara International seperti mengutip dari laman CNBC, kemungkinan China akan menggantikan Amerika sebagai pasar penerbangan terbesar di dunia dalam waktu sekitar lima tahun ke depan.

Kemungkinan tersebut dihitung berdasarkan lalu lintas ke dan dari negara, serta penerbangan domestik di dalam perbatasan.

Bandara Internasional Daxing dibangun guna memperluas kapasitas ibu kota bagi pengunjung dan mengurangi membludaknya penumpang di bandara pertama Beijing.

Mulanya Bandara Internasional Daxing dibangun dengan jumlah kapasitas sebesar 45 juta penumpang, tetapi ada rencana untuk memperluasnya menjadi 72 juta penumpang di tahun 2025, kemudian dikembangkan lagi menjadi 100 juta penumpang.

Reporter: Chrismonica

 

Saksikan video di bawah ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya