Delegasi Tiongkok Sowan ke Indonesia, MPR Bahas Bebas Visa dan Toleransi Agama

Kehadiran mereka diharapkan dapat meningkatkan hubungan antarparlemen dan juga hubungan antar pemerintahan dan masyarakat.

oleh stella maris diperbarui 22 Jun 2019, 16:44 WIB
Ketua MPR Zulkifli Hasan.

 

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Tiongkok, Ji Bingxuan mengadakan kunjungan diplokasi ke Indonesia. Salah satu agendanya adalah mengadakan pertemuan dengan pimpinan MPR RI. 

Kedatangan mereka di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, langsung diterima Ketua MPR Zulkifli Hasan dan didampingi para Wakil Ketua MPR Mahyudin, E. E Mangindaan, Hidayat Nur Wahid, Oesman Sapta, serta para Pimpinan Fraksi MPR, Jumat (21/6). 

"Assalamu’alaikum, atas nama pimpinan MPR, mengucapkan selamat datang kepada para delegasi Parlemen Tiongkok di Indonesia," sambut Zulkifli yang menjelaskan bahwa hubungan Indonesia dengan Tiongkok terjalin sejak lama.

Hubungan kedua negara disebut oleh pria asal Lampung itu sejak masa Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan pemerintahan selanjutnya. Kehadiran mereka diharapkan dapat meningkatkan hubungan antarparlemen dan juga hubungan antar pemerintahan dan masyarakat.

"Kami mendukung kerja sama dalam berbagai bidang ditingkatkan," paparnya. Disampaikan kepada para tamunya itu dulu Ketua Kongres Rakyat Tiongkok pernah datang ke MPR dan melakukan kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia," ungkap Zulkifli.

Zulkifli Hasan mengatakan MPR juga pernah melakukan kunjungan ke Tiongkok dan di sana disambut dengan baik. Bagi dirinya negeri itu bukan sesuatu yang asing. Sejak 1984, sudah mengunjungi negeri yang memiliki banyak tujuan wisata itu.

Saat ini banyak wisatawan dari Tiongkok yang berlibur ke Indonesia. Mereka datang ke Bali, Jogjakarta, Lombok, serta tempat wisata lain seperti Manado, Sulawesi Utara. Membanjirnya wisatawan dari negeri tirai bambu ke negara ini sebab pemerintah Indonesia menerapkan bebas visa.

Menanggapi hal tersebut, Mahyudin berharap pemerintah Tiongkok memperlakukan hal yang sama, yakni bebas visa bagi orang Indonesia. Mahyudin sepakat hubungan kedua negara dalam dunia pariwisata ditingkatkan.

"Salah satu caranya pemberlakuan bebas visa bila hendak ke Tiongkok. Saya ingin kebijakan bebas visa untuk orang Indonesia diberlakukan," tambahnya.

Di tengah isu ketidakadilan bagi Muslim Uighur, dalam kesempatan tersebut Hidayat Nur Wahid mengatakan Indonesia adalah negara yang penuh toleransi, semua agama termasuk Konghucu bebas menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan.

"Indonesia adalah negara yang penuh toleransi di mana keberadaan semua agama dihormati," paparnya. Untuk itu dirinya mengharap keberadaan umat Muslim di Tiongkok juga diperlakukan sama, diberi kebebasan untuk melakukan ibadah.

Dalam kesempatan tersebut, Ji Bingxuan menyampaikan banyak hal kepada para pimpinan MPR. Kali pertama, pria kelahiran Mengji, Henan, itu mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan MPR yang telah meluangkan waktu demi menerima dan menyambut kedatangannya. "Terima kasih atas sambutan yang hangat," tuturnya.

Diungkapkan oleh Ji Bingxuan dirinya baru kali pertama berkunjung ke Indonesia. Ia menyebut menginap di salah satu hotel dengan kamar berada di lantai paling atas.

"Dari kamar tempat menginap saya melihat gedung-gedung tinggi yang ada di Jakarta," ujarnya. Dengan banyaknya gedung tinggi, Ji Bingxuan menyebut Jakarta kota metropolitan modern. Dirinya dari kamar menginapnya melihat sarana-sarana olahraga untuk menyelenggarakan Asian Games 2018.

"Jakarta sangat mengesankan," ujarnya. Apa yang ada di Jakarta menurutnya menunjukan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia sangat baik.

Dia menegaskan bahwa kedatangannya untuk meningkatkan hubungan kedua negara dalam berbagai bidang. Perdagangan kedua negara akhir-akhir ini meningkat. Ji Bingxuan berharap produk-produk Indonesia banyak masuk ke negaranya guna menyeimbangkan perdagangan.

"Pintu Tiongkok terbuka untuk produk-produk Indonesia," ungkapnya. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dirinya juga mendorong para pengusaha di negaranya melakukan investasi di Indonesia.

Apa yang disampaikan oleh Hidayar Nur Wahid dalam kesempatan itu ditanggapi oleh Ji Bingxuan. Menurutnya Tiongkok menghormati keberadaan umat Islam yang ada di sana.

"Kami menghormati peradaban Islam, peradaban Islam sangat penting di dunia. Di Tiongkok, umat Islam diberi kebebasan melakukan ibadah," jelasnya. 

 

(*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya