Jokowi Siap Beber Sukses Atasi Kebakaran Hutan di Debat Capres Kedua

Tim ahli debat capres kedua Jokowi-Ma'ruf, Agus Sari mengatakan rekam jejak pemerintahan Jokowi dalam bidang tersebut lumayan berhasil.

oleh Liputan6.com diperbarui 30 Jan 2019, 10:36 WIB
Capres nomor urut 01 Jokowi saat mengikuti debat perdana Pilpres 2019. (foto: dok Ipang Wahid)

Liputan6.com, Jakarta - Capres petahana Jokowi akan membawakan keberhasilan penegakan hukum dalam kasus lingkungan hidup, yaitu kasus pembakaran hutan pada debat capres kedua 17 Februari nanti.

Tim ahli debat capres kedua Jokowi-Ma'ruf, Agus Sari mengatakan rekam jejak pemerintahan Jokowi dalam bidang tersebut lumayan berhasil.

"Track record penegakan hukum kasus lingkungan hidup juga lumayan berhasil," kata Agus kepada merdeka.com, Rabu (30/1/2019).

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menjelaskan Jokowi akan menyiapkan harga dan ketersediaan energi merata sebagai bahan debat.

Berkat penegakan hukum tersebut, ganti rugi Rp 18 triliun dibebankan kepada perusak hutan dan lahan gambut. Dampaknya kata dia, menekan laju kerusakan hutan hingga 60 persen lebih.

"Kebakaran hutan berkurang hingga 90 persen, dari 2015. Masyarakat bisa bernafas lagi setelah beberapa dekade diasapi," kata mantan anggota tim transisi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu.

Dia sempat menautkan berita 2015 terkait penetapan tersangka pembakaran hutan untuk lahan sawit. Dalam berita itu disebut, pelaku korporasi sawit yang melakukan pembakaran, sahamnya dimiliki Saratoga yang notabene milik cawapres 02 Sandiaga Uno kala itu.

Ditanya bakal angkat kasus tersebut, Agus mengatakan tak perlu karena kasus lama.

2 dari 2 halaman

Tak Ada Intervensi

Agus menambahkan, kendati penegakan hukum terhadap kasus lingkungan hidup baik, Jokowi tidak melakukan intervensi. Semua kasus itu berkat laporan.

"Pak Jokowi itu sangat menjunjung supremasi hukum. Tidak mau intervensi. Jadi, bila ada kasus lingkungan, biasanya beliau akan menghimbau untuk dilaporkan saja. Dibawa ke ranah hukum. Biar diselesaikan di sana," jelasnya.

 

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Saksikan video pilihan di bawah ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya