Kapolri Ungkap 2 Strategi Tangani Terorisme Global

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan strategi menangani kejahatan transnasional terorisme.

oleh Nafiysul Qodar diperbarui 12 Des 2018, 19:48 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberi sambutan saat meresmikan armada baru Korps Kepolisian Air dan Udara (Korpolairud) dalam HUT ke-68 Korpolairud di Mako Ditpolairud, Jakarta, Senin (3/12). Tito meresmikan 25 armada baru. (Merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan strategi menangani kejahatan transnasional terorisme. Hal itu sampaikan Tito saat menjadi pembicara Victoria Police and Leadership in Counter Terrorism, Alumni Assocition 2018 Internasional Counter Terrorism Forum di Melbourne, Australia, Rabu (12/12/2018).

Tito mengatakan, perkembangan terorisme global saat ini dapat dikategorikan ke dalam dua gelombang. Gelombang pertama terjadi sejak kemunculan Al Qaeda dan bagaimana hubungannya dengan kelompok Jamaah Islamiyah di Indonesia.

"Dan gelombang kedua mulai dirasakan sejak kehadiran ISIS dan bagaimana pengaruhnya dengan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) yang ada di Indonesia," ujar Tito melaui keterangan tertulis.

Terkait hal itu, kata Tito, ada dua hal penting yang bisa ditempuh dalam menangani kejahatan terorisme. Yaitu melalui pendekatan keras atau hard approach maupun pendekatan lunak atau soft approach.

"Namun, kedua pendekatan ini harus berjalan secara simultan guna mengoptimalkan hasil dan tujuan yang hendak dicapai," tuturnya.

Di samping itu, penegak hukum juga sangat perlu memahami pemahaman, mind set, maupun strategi yang digunakan para pelaku dalam bertindak.

"Pemahamanan ini akan mempengaruhi pilihan bertindak bagi para penegak hukum guna melaksanakan counter strategy untuk mencegah dan menanggulangi kejahatan terorisme," ucap mantan Kepala Densus 88 Antiteror Polri itu.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya