Soal Kendaraan Listrik, Moeldoko: Kalau Tidak Sekarang Kapan Lagi

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko, menyambut positif dua stasiun pengisian daya (charging station) untuk kendaraan listrik yang dihadirkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Republik Indonesia (BPPT RI).

oleh Herdi Muhardi diperbarui 05 Des 2018, 18:31 WIB
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. (Liputan6.com/Hanz Jimenez Salim)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko, menyambut positif dua stasiun pengisian daya (charging station) untuk kendaraan listrik yang dihadirkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Republik Indonesia (BPPT RI).

Menurut Moeldoko masuk di era listrik, hal ini menjadikan Indonesia telah melakukan perubahan besar.

“Untuk itu inilah saatnya, kalau tidak sekarang kapan lagi. Ini harus menjadi sebuah batu loncatan,” jelas Moeldoko dalam sambutanya dihadapan para tamu undangan di gedung BPPT RI, Thamrin, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Pria kelahiran Kediri 61 tahun lalu itu menyatakan, penggunaan baterai memang telah dipikirkan untuk masa depan.

“Dan sekarang sudah terbukti mari kita mainkan itu semua. Saya bisa kenapa Anda tidak bisa,” katanya.

Mantan Panglima TNI ini menjadi salah satu pejabat negara yang turut andil dalam perkembangan kendaraan listrik. Dirinya jadi inisiasi terciptanya bus listrik di bawah naungan PT Mobil Anak Bangsa.

“Saya sudah buktikan mobil 100 persen full electric buatan anak bangsa. Dan terima kasih kepada BPPT sudah berkontibusi yang luar biasa untuk menghidupi bus saya pada khususnya,” katanya.

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya