Batik Jadi Oleh-Oleh Favorit Delegasi IMF-World Bank

Para delegasi IMF-World Bank membeli sejumlah oleh-oleh untuk dibawa ke negaranya. Batik paling favorit.

oleh Dewi Divianta diperbarui 16 Okt 2018, 04:00 WIB
General Manager Doscovery Shopping Mall, Gustaf Riandory (Dewi Divianta/Liputan6.com)

Liputan6.com, Denpasar Delegasi Annual Meeting IMF-World Bank telah usai digelar. Namun, banyak tersisa cerita sepanjang perhelatan akbar itu diselenggarakan di Nusa Dua, Bali. Salah satunya adalah kisah para delegasi Annual Meeting IMF-World Bank dalam memburu cenderamata untuk dibawa pulang ke negaranya.

Rupanya, mereka amat tertarik dengan pernak-pernik khas Indonesia. Salah satu yang diburu adalah batik khas asal Nusantara. Salah satunya mereka membeli batik di Dicovery Shopping Mall yang terletak di kawasan Kuta.

General Manager Doscovery Shopping Mall, Gustaf Riandory, mengakui bahwa batik menjadi suvenir paling diburu oleh para delegasi. Saban hari sejak tanggal 5 Oktober lalu, Gustaf mengaku perusahaan pimpinannya sudah banyak didatangi oleh delegasi.

"Setiap hari itu sekitar 5 sampai 10 delegasi VIP datang ke sini. Ada banyak hal yang mereka cari, tapi yang paling laris manis adalah batik," kata Gustaf, Minggu (14/10/2018).

Ada banyak motif batik yang disediakan di sini. Hampir seluruh motif batik yang ada di Indonesia dijajakan di Discovery Shopping Mall. Selain tamu VIP, ada banyak delegasi lainnya yang datang ke ke sini.

Hanya saja, untuk berapa besaran nilai traksaksi ia belum menghitungnya karena transaksi dilakukan di masing-masing tenant.

"Kalau besaran transaksi itu masing-masing tenant. Untuk tamu VIP kita tidak bisa ungkap identitasnya, hanya dari negaranya saja saya sebut. Ada dari Bangladesh, Tanzania, Irak dan Pakistan," katanya.

Doscovery Shopping Mall mengaku amat senang melayani tamu delegasi Annual Meeting IMF-World Bank. Sebab, para tamu memberikan kontribusi cukup signifikan bagi penjualan produk di sini.

"Dari total avarage kita kedatangan delegasi Annual Meeting IMF-World Bank bisa mengatrol 10-15 persen," katanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya