Kapolri Promosikan Film '22 Menit' di Hadapan Jokowi

Kapolri mengatakan, film tersebut secara tidak langsung memberikan gambaran betapa bahayanya aksi terorisme.

oleh Liputan6.com diperbarui 11 Jul 2018, 11:02 WIB
Presiden Jokowi mendengarkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian berbicara saat memimpin rapat terbatas, Jakarta, Senin (16/4). Rapat membahas percepatan pengadaan rumah tinggal bagi aparatur sipil negara (ASN/PNS), TNI dan Polri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Polri merayakan hari ulang tahun ke-72 Bhayangkara di Istora Senayan, Jakarta Pusat. Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan para pejabat tinggi negara lainnya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengajak masyarakat untuk menonton film 22 Menit di mana ia ikut ambil peran di dalamnya. Hal itu dia sampaikan saat memberikan sambutan di hadapan Jokowi, Jusuf Kalla, dan lainnya.

"Kami laporkan bahwa pada tanggal 19 Juli 2018, akan mulai ditayangkan secara serentak di seluruh jaringan bioskop XXI di Tanah Air film dengan judul 22 Menit. Film drama action ini diinspirasi dari kisah nyata aksi teror di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat tanggal 14 Januari 2016," ujar Tito di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/7/2018).

Kapolri mengatakan, film tersebut secara tidak langsung memberikan gambaran betapa bahayanya aksi terorisme. Dengan begitu, masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan.

"Melalui film ini Polri hendak menyampaikan pesan kepada masyarakat tentang bahaya terorisme, sekaligus mengajak seluruh elemen untuk meningkatkan kewaspadaan dan kebersamaan dalam penanggulangan terorisme di Indonesia," ujarnya.

Di hadapan Jokowi, Kapolri ingin melakukan atau menyelenggarakan acara nonton bersama film 22 Menit dengan TNI, jajaran pemda, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelajar, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat. Hal itu dilakukan agar pesan dalam film itu tersampaikan secara lebih luas.

"Saya mengajak seluruh hadirin, pada tanggal 19 Juli 2018 dan seterusnya mari kita beramai-ramai menyaksikan film tersebut. Karena anggaran Polri tidak tersedia maka disarankan menonton di bioskop, mohon maaf dengan bayar sendiri," ujar Tito.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya