MotoGP Argentina dan Genderang Perang Rossi Vs Marquez

MotoGP Argentina 2015 jadi awal perseteruan keduanya.

oleh Ahmad Fawwaz UsmanDiterbitkan 30 Maret 2018, 19:40 WIB
Valentino Rossi dan Marc Marquez terlibat pertarungan sengit sepanjang MotoGP 2015. (dok Red Bull)

Liputan6.com, Jakarta Sejak MotoGP Catalunya 2016, Valentino Rossi dan Marc Marquez memang sudah berdamai. Namun, perseteruan mereka pada musim 2015 masih terus jadi cerita yang menarik untuk dibahas. Apalagi, perseteruan itu membuat Rossi gagal jadi juara dunia.

Banyak pembalap MotoGP yang menganggap Rossi sebagai panutan. Hal itu juga berlaku untuk Marquez. Saat baru melakoni musim perdananya di kelas MotoGP, pembalap asal Spanyol itu tak sungkan mengakui Rossi sebagai idolanya sejak kecil.

Hal itu bisa dimaklumi mengingat Rossi adalah salah satu pembalap tersukses dalam perlombaan kuda besi. Total ia sudah mengumpulkan sembilan gelar juara dunia dengan rincian satu di kelas 125cc, satu di kelas 250cc, dan tujuh di kelas 500cc/MotoGP.

Namun, hubungan Rossi dan Marquez tak lagi seperti panutan dan fansnya pada MotoGP 2015. Di musim tersebut, keduanya mulai disebut sebagai musuh bebuyutan. Dan hubungan buruk ini dimulai sejak balapan ketiga musim 2015, yakni MotoGP Argentina di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo, 19 April 2015.

Pada balapan tersebut, The Doctor tampil sebagai juara. Sedangkan The Baby Alien gagal mencapai garis finis akibat terjatuh. Uniknya, kegagalan Marquez adalah akibat dari pertarungan sengitnya dengan Rossi di lintasan.

Awalnya, pembalap Repsol Honda itu tampil dominan setelah memulai balapan dari pole position. Bahkan, ia nyaris unggul empat detik dari posisi kedua. Anehnya, pada paruh kedua balapan, pembalap asal Spanyol itu kesulitan menjaga kecepatannya.

 


Awal Perselisihan

Insiden Marc Marquez dan Valentino Rossi pada MotoGP Argentina 2015. (AFP)

Saat balapan tersisa tiga lap lagi, ia pun harus melihat Rossi mengambil alih balapan. Marquez mencoba mengejar satu lap kemudian. Tapi, ketika Marquez mencoba untuk kembali mendapatkan posisinya dari upaya kedua, ia justru menabrak ban belakang Rossi.

Dampaknya, Marquez pun harus mencium aspal dan mengakhiri balapan sebelum waktunya.

Race director tak mengambil keputusan apapun terkait senggolan tersebut. Mungkin mereka melihat hal itu sebagai sesuatu yang biasa terjadi dalam balapan. Dan Rossi pun dianggap sah menjadi pemenang MotoGP Argentina.

Lanjut Baca:

"Apa yang terjadi ini memalukan karena kami punya balapan yang bagus. Ini menarik karena pilihan ban kami berbeda dari Valentino. Strategi ini berjalan dengan baik. Tapi sayang sekali soal dua lap terakhir. Ketika saya melihatnya mulai mendekat, saya mencoba untuk sedikit mengelola ban," kata Marquez usai balapan saat itu, dikutip situs MotoGP. "Ketika ia melewati saya, kami berjuang di beberapa tikungan. Sayangnya saya menyentuh dan terjatuh. Saya selalu mengatakan bahwa ia adalah idola dan referensi saya. Jadi Anda selalu belajar banyak hal darinya," Marquez melanjutkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya