Pementasan Teater Indonesia Kita ke-27, Trio GAM Minus Gareng Rakasiwi

Salah satu grup Trio GAM telah meninggal, Gareng Rakasiwi. Pementasan Indonesia Kita ke-27 kali ini tanpa kehadirannya

oleh Gabriel Abdi Susanto diperbarui 03 Mar 2018, 12:00 WIB
Gareng Rakasiwi (kiri) dalam lakon 'Umuk Keblusuk' Dagelan Mataram karya alm. Basiyo (screenshot Youtube)

 

Liputan6.com, Jakarta Salah satu jagoan lucu dalam setiap kali pementasan teater Indonesia Kita adalah hadirnya trio GAM (Guyonan Ala Mataraman) dengan komposisi Gareng Rakasiwi, Wisben Antoro dan Marsudi Wiyono yang kerap disapa Joned. Sayang, dalam pementasan ke-27 ini, Gareng yang terkenal dengan permainan kata-kata dengan ekspresi polos dan postur tubuh yang lucu tidak lagi bisa menghibur para penyuka teater yang kembali disuguhi lakon "Preman Parlente" dalam pementasan ke-27 Indonesia Kita pada Jumat-Sabtu (2-3 Maret 2018).

Dwiyanto Gareng Rakasiwi yang lahir di Sleman, Yogyakarta pada 20 April 1967 ini telah tiada pada Jumat, 9 Februari 2018 sekitar pukul 3:30 dini hari di Rumah Sakit Adelia, Yogyakarta. Gejala nyeri di dada yang biasanya merupakan tanda penyakit jantung telah membawa Gareng kembali ke surga.

"Aku mengikhlaskan kamu, meski air mataku enggak bisa kubendung, setelah lama tidak sesenggukan. Seperti selalu jadi bahan lawakanmu, kowe kelakon tekan swarga komplit sak cangkemmu (reda: terpenuhi sudah keinginanmu sampai surga komplit bersama mulutmu),"ujar Butet, sahabat dekatnya yang juga produser Pementasan Indonesia Kita. 

Di akhir pementasan, Butet mengajak semua hadirin mendoakan Gareng agar dilancarkan seluruh perjalanannya. Dan serentak penonton berdiri mengheningkan cipta. "Yo wis, segeralah berangkat, kelak Kita lanjutkan lagi guyonan kita. Sampaikan salam dan sungkem kepada para leluhur: Pak Bagong, Basiyo, Junaedi, Sujud, Heru Kesawa Murti, Pak Asmuni, Pak Kayam, Pak Bakdi, dll. Urip (hidup) mung mampir ngguyu (red: hidup hanya sekadar mampir untuk ketawa),"ujar Butet.

Karena itu, penonton mau tidak mau sedikit menyesuaikan diri dengan guyonan yang dihadirkan trio baru. Gareng digantikan oleh Dibyo Primus (Bambang Sudibyo). Kelihatan sekali Dibyo masih belum mampu "ngeblend" dengan kedua rekannya Wisben dan Joned. Namun, dia masih tetap lucu dengan tetap menunjukkan ciri khas tampilan kepalanya yang pelontos.

Tidak perlu khawatir kurang lucu, pementasan Preman Parlente yang bertemakan budaya Batak ini justru menghadirkan seniman batak yang tak kalah lucu. Trio Obama (Orang Batak Malawak), yang terdiri dari Andri Nadeak, Charles Tambunan, dan Edwin Samosir dengan lawakannya juga mengocok perut para hadirin dalam setiap adegan.

Trio Obama (Orang Batak Malawak) dalam Pentas "Preman Parlente" di Graha Bhakti Budaya, TIM. (Kayan Production/Yose Riandi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya