FOTO: Hari Hitam, Warisan Dunia UNESCO Simbol Kesetaraan Ras di Kolombia

Ribuan peserta dari seniman, perajin, dan wisatawan ambil bagian dalam perayaan Black Day atau Hari Hitam di Kota Pasto, Kolombia.

oleh Arnaz Sofian diperbarui 09 Jan 2018, 15:31 WIB
Black Day atau Hari Hitam di Kolombia
Ribuan peserta dari seniman, perajin, dan wisatawan ambil bagian dalam perayaan Black Day atau Hari Hitam di Kota Pasto, Kolombia.
Warga bermain dengan busa, bedak, dan cat hitam selama Black Day atau Hari Hitam di Pasto, Kolombia, (5/1). Hari Hitam merupakan bagian dari karnaval orang kulit hitam dan kulit putih. (LUIS ROBAYO/AFP)
Sejumlah peserta Hari Hitam menyemprotkan busa kepada peserta lainnya di Pasto, Kolombia, (5/1). Lebih dari 10.000 peserta dari seniman, perajin, dan wisatawan ambil bagian dalam karnaval Hari Hitam. (LUIS ROBAYO/AFP)
Dengan wajah penuh busa, salah seorang peserta terlihat tertawa bahagia mengikuti perayaan Hari Hitam di Pasto, Kolombia, (5/1). Hari Hitam berawal dari campuran beberapa ekspresi budaya Andes, Amazon dan Pasifik. (LUIS ROBAYO/AFP)
Seorang peserta mengusap wajahnya yang dipenuhi busa saat mengikuti Hari Hitam di Pasto, Kolombia, (5/1). Hari Hitam dirayakan setiap tanggal 2 sampai 6 Januari di Kota Pasto dan menjadi warisan budaya tak benda UNESCO pada tahun 2009. (LUIS ROBAYO/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya