24-11-1963: Tersangka Pembunuh John F Kennedy Tewas Ditembak

Lee Harvey Oswald, yang ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan John F Kennedy, ditembak mati oleh Jack Ruby dalam siaran langsung TV.

oleh Teddy Tri Setio Berty diperbarui 24 Nov 2017, 06:00 WIB
Lee Harvey Oswald (AFP)

Liputan6.com, Dallas - Tepat hari ini pada tahun 1963, pria yang diduga telah membunuh Presiden Amerika Serikat ke-35 John F Kennedy, ditembak mati di Dallas.

Dilansir dari laman BBC, Jumat (24/11/2017), Lee Harvey Oswald, yang kala itu ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan sang presiden, ditembak mati oleh Jack Ruby dalam siaran langsung televisi -- dua hari setelah penangkapannya.

Lee Harvey Oswald, seorangt mantan marinir berusia 24 tahun dipindahkan ke markas besar polisi ke penjara county. Dalam proses pemindahannya, pria tersebut dikerumuni oleh petugas polisi, wartawan, di tengah kilatan cahaya kamera.

Proses pemindahan Lee Harvey Oswald ke penjara county itu diliput oleh televisi AS. Tak disangka, dalam siaran langsung tersebut datang seorang pria yang diketahui bernama Jack Ruby. Ia menarik pistol dari sakunya dan menembaki Oswald dari jarak dekat.

Oswald kemudian jatuh ke lantai, sambil memegang perutnya yang jadi sasaran tembakan. Terjadi keributan luar biasa di lokasi tersebut. Lantas, kejadian ini seketika membingungkan para polisi, reporter dan warga yang berkumpul.

Sebuah ambulans kemudian datang membawa Oswald ke Rumah Sakit Parkland -- lokasi yang sama dimana Presiden Kennedy sempat dirawat.

Oleh tim medis, Oswald dinyatakan tewas. Sementara itu, Jack Ruby yang merupakan seorang pemilik klub malam di Dallas didakwa secara resmi atas kasus pembunuhan.

Misteri Kematian Kennedy

John F Kennedy tak pernah menyangka, Jumat 22 November 1963 pukul 12.30 waktu Dallas, Texas akan menjadi saat terakhirnya. Dari mobil kap terbuka yang membawanya, Presiden Amerika Serikat itu sibuk melambaikan tangannya, tersenyum lebar ke arah warga yang berkerumun menyambutnya. Sesekali ia mengelap keringat yang mengucur di dahi.

Lalu terjadilah tragedi itu. Tiga peluru -- ada yang bilang 4 -- menerjang tenggorokan dan kepala Kennedy. Yang pertama mengenai bagian tenggorokan. Jackie Kennedy sontak panik. "Jack, Jack apa telah mereka lakukan padamu," desak dia.

Kemudian, dua tembakan menyusul. Mengenai bagian kepala. Memecahkannya. Jackie lalu memanjat bagian belakang mobil untuk mengumpulkan pecahan tengkorak suaminya itu.

Warga yang berkumpul di sekitar mobil kap terbuka yang membawa rombongan VVIP langsung tiarap dan berteriak saat mendengar suara tembakan. Lainnya berlari mengejar kendaraan Kennedy, mencari tahu apa yang terjadi.

Seorang agen dinas rahasia AS (Secret Service), Clint Hill yang bertugas melindungi Sang Ibu Negara menceritakan saat-saat mengerikan setelah insiden pembunuhan terjadi.

Saat itu ia mengaku berniat menjadikan tubuhnya sebagai perisai hidup Kennedy, dengan memanjat bagian belakang mobil. Namun terlambat, pecahan tengkorak Sang Presiden mengenai kemejanya.

Presiden Kennedy yang bersimbah darah dilarikan ke Parkland Hospital. Di mana para dokter berusaha sekuat tenaga menyelamatkannya di sebuah kamar operasi unit gawat darurat (UGD). Namun, terlambat.

Hill masih ingat, mata Nyonya Kennedy yang kosong, tak ada cahaya di sana. Terutama ketika dokter menghampiri mereka, dengan raut muka penuh penyesalan.

Jackie kemudian berlari ke tubuh suaminya yang sudah tak bernyawa. Setelah itu Ibu Negara tersebut memotong rambut suaminya dengan penuh cinta, memakai gunting yang dibawa agen rahasia. Gunting itu kemudian berlumuran darah.

Hari itu John F Kennedy dinyatakan meninggal dunia. AS, juga dunia, geger. Wakil Presiden Lyndon B. Johnson langsung dilantik sebagai presiden.

Dalam peristiwa terpisah, sejarah mencatat terjadi kebakaran di sebuah pabrik pakaian di Dhaka, Bangladesh pada 24 November 2012. Insiden ini menewaskan 112 orang.

Sementara itu pada 24 November 2015, bus yang membawa pasukan pengawal presiden Tunisia meledak di Tunis. 14 orang dilaporkan tewas dalam peristiwa ini.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya