Kue Ulang Tahun Emil untuk Bocah Korban Penganiayaan Nenek Tiri

Ulang tahun bocah korban penganiayaan nenek tiri itu sebenarnya baru jatuh esok hari, Sabtu, 28 Oktober 2017.

oleh Huyogo Simbolon diperbarui 27 Okt 2017, 08:30 WIB
Ulang tahun bocah korban penganiayaan nenek tiri itu sebenarnya baru jatuh esok hari, Sabtu, 28 Oktober 2017. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Liputan6.com, Bandung – Rachel Herliani (11), bocah perempuan korban penganiayaan nenek tirinya, tak menduga bakal bertemu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Dalam kunjungannya, Emil, sapaan akrabnya, membawakan kue berbentuk Mickey Mouse.

Kue itu diberikan sebagai bentuk ucapan menyambut ulang tahun Rachel yang jatuh pada 28 Oktober nanti. Mendapati kejutan dari Emil, wajah Rachel berbinar walaupun sebenarnya usianya baru menginjak 12 tahun, sehari lagi.

"Kebetulan mau ulang tahun, jadi kami bawa kue untuk sedikit rasa bahagia ada Pak Wali," kata Emil, seperti dilansir Humas Pemkot Bandung, Kamis, 26 Oktober 2017.

Rachel yang masih mengenakan perban di wajahnya usai perawatan di rumah sakit dikunjungi orang nomor satu di Bandung itu di rumah kontrakan orangtuanya di Jalan Lebak, Kelurahan Kebon Waru, Kecamatan Batununggal, Kamis, 26 Oktober 2017.

Dia duduk bersama orangtua dan adiknya di sebuah kamar. Ukurannya tak lebih dari 3x4 meter persegi.

Ridwan mengaku senang dengan kondisi Rachel saat ini. Menurut dia, Rachel sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

"Setelah perawatan hasilnya menurut dokter akan sangat membaik dan dari sorot matanya masih sehat dan batinnya sudah baik," ucapnya.

Selain membawakan kue, Ridwan Kamil juga menyerahkan surat kependudukan bagi Rachel dan keluarga sebagai tanda bahwa mereka telah menjadi warga Kota Bandung.

"Karena sudah jadi warga Bandung, maka hak-hak kesejahteraan sosialnya kami berikan, sekolah gratis, kesehatan , dan lain-lain. Kami bantu perawatan rutinnya rawat jalan," tutur Emil.

Ia mengatakan, pemerintah kota sebetulnya memiliki mekanisme yang sudah sistematis melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat beserta aparatur di kewilayahan.

"Sebenarnya sistem pemerintah di Kota Bandung ini sudah sangat baik. Jika ada sesuatu, level kelurahan dan kecamatan melakukan kunjungan dahulu, sudah ada bantuan konseling buat anak-anaknya," ujarnya.

Di akhir kunjungan, Emil meminta agar orangtuanya agar senantiasa menjaga Rachel. "Saya titip ke keluarganya tolong jangan ditelantarkan lagi. Bagaimanapun anak adalah titipan Tuhan yang harus kita rawat," ujarnya.

Rachel merupakan korban penganiayaan nenek tirinya yang mencelupkan wajah bocah kelas 5 SD tersebut ke dalam wajan berisi minyak goreng panas. Rachel kala itu tinggal di kediaman neneknya di Kampung Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya