Jokowi Minta Pemda Agresif Tingkatkan Daya Beli Masyarakat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para kepala daerah membantu meningkatkan daya beli masyarakatnya.

oleh Septian Deny diperbarui 24 Okt 2017, 19:25 WIB
Presiden Joko widodo saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia di Istana, Jakarta, Selasa (24/10). Arahan dilakukan agar kepala daerah dapat membangun daerahnya dengan cepat dan tanpa ada korupsi. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para kepala daerah untuk membantu meningkatkan daya beli masyarakatnya. Salah satunya dengan menggunakan dana yang dialokasikan pemerintah pusat untuk membuka lebih banyak lapangan kerja.

Jokowi mengatakan, untuk bisa meningkatkan daya beli, masyarakat harus memiliki penghasilan yang bersumber dari lapangan kerja. Oleh sebab itu, para kepala daerah harus berinisiatif membuat program pembangunan yang bisa melibatkan masyarakat di dalamnya.

"Untuk meningkatkan daya beli, meningkatkan konsumsi masyarakat perbanyak proyek-proyek, program-program yang padat karya, yang membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya," ujar dia di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/10/2017).

Sebab, menurut Jokowi, saat ini yang paling dibutuhkan masyarakat, terutama di daerah, adalah lapangan pekerjaan. Dengan mempunyai pekerjaan, masyarakat akan memiliki pendapatan untuk meningkatkan daya belinya.

"Karena dari survei yang kita lihat, permintaan yang pertama itu kesempatan kerja, tolong diakomodasi dalam APBD kita. APBN juga saya perintahkan untuk hal yang sama‎, buka lapangan pekerjaan. Kemudian buka yang namanya padat karya, karena padat karya akan menyerap tenaga kerja banyak sekali," kata dia.

Jokowi mencontohkan, proyek-proyek yang bisa dilaksanakan untuk membuka lapangan kerja seperti pembangunan irigasi, jalan dan lain-lain. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengandalkan dana bantuan sosial dari pemerintah untuk mendorong daya belinya.

‎"Caranya, kabupaten perbaikan irigasi padat karya, jalan-jalan di kampung diperbaiki (dengan) padat karya, enggak usah pakai (aspal) hotmix.Karena yang kita inginkan adalah cash for work, kayak BLT memberikan cash kepada masyarakat, tapi masyarakat harus bekerja. Kalau BLT enggak bekerja syukur-syukur bayaran harian lebih baik. Kalau enggak bisa, satu minggu dibayar nanti. Untuk konsumsi bapak ibu di daerah akan kelihatan naiknya kalau ini dilakukan," tandas Jokowi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya