Citilink dan Bank Mandiri Terbitkan Uang Elektronik

Pada Agustus 2014, pemerintah melalui Bank Indonesia meluncurkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 19 Okt 2017, 17:00 WIB
Citilink Indonesia merupakan maskapai pertama di Indonesia yang memiliki dan menggunakan uang elektronik. (Liputan6.com/Dok Citilink)

Liputan6.com, Jakarta Maskapai penerbangan Citilink Indonesia menggandeng Bank Mandiri meluncurkan uang elektronik yang ditujukan untuk memberikan kemudahan bertransaksi bagi pelanggan.

“Peluncuran uang elektronik ini merupakan bentuk dukungan Citilink Indonesia terhadap program Pemerintah Indonesia yakni Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) untuk memberikan kemudahan transaksi serta manfaat tambahan bagi pelanggan Citilink Indonesia,” kata Direktur Niaga Citilink Indonesia Andy Adrian saat peluncuran co-branding e-Money dengan Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Andy menjelaskan, Citilink Indonesia merupakan maskapai pertama di Indonesia yang memiliki dan menggunakan uang elektronik dalam transaksi layanan produk penerbangannya.

Pada Agustus 2014, pemerintah melalui Bank Indonesia meluncurkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar bertransaksi tanpa uang tunai dalam kegiatan ekonominya.

Andy juga mengatakan, peluncuran uang elektronik ini merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menjadi maskapai berbasis teknologi informasi yang tentunya selalu mengutamakan aspek kenyamanan dan keamanan pengguna.

Terlebih Bank Mandiri merupakan bank terbesar di Indonesia, maka diharapkan manfaat uang elektronik Citilink Indonesia dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Direktur Distribusi Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan bahwa sinergi dengan Citilink Indonesia merupakan bagian dari strategi pengembangan bisnis uang elektronik melalui peningkatan manfaat yang bisa dimanfaatkan pemegang kartu elektronik berlogo Mandiri e-money.

“Per Agustus lalu, jumlah uang elektronik berlogo Mandiri e-money yang telah diterbitkan mencapai lebih dari 10 juta keping dengan frekuensi transaksi lebih dari 300 juta transaksi senilai Rp 3,4 triliun,” kata Hery.

Saat ini, uang elektronik berlogo Mandiri e-money telah dapat digunakan untuk bertransaksi di sekitar 1.000 merchant dengan jumlah outlet lebih dari 52.000 unit, seperti untuk pembayaran tol, tarif bus (Transjakarta, Trans Jogja dan Batik Solo Trans), kereta (RaiLink Medan dan Jakarta Commuter Line), parkir (Quality Parking, Secure Parking dan Parkir Stasiun Reska serta Terminal Parkir Elektronik di Jalan Sabang, Kelapa Gading dan Falatehan), toko-toko ritel, SPBU, Restauran cepat saji dan arena rekreasi.

Menurut Andy, uang elektronik Citilink Indonesia memiliki tiga desain eksklusif dan bisa didapatkan oleh pelanggan di dalam pesawat saat melakukan penerbangan bersama Citilink Indonesia.

Uang elektronik Citilink Indonesia dapat dipergunakan di 30.000 merchant Bank mandiri di seluruh Indonesia dan ke depannya akan dipergunakan sebagai alat pembayaran transaksi seperti pembelian tiket dan pembayaran layanan produk Citilink Indonesia lainnya seperti makanan dan minuman dalam pesawat (SOB), kelebihan bagasi di bandara, dan lainnya. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya