Jelang Kompetisi Basket Putri, GMC Terus Berbenah Diri

Kompetisi Bola Basket Putri Indonesia “Srikandi Cup” musim 2017-2018 dimulai November.

oleh Thomas diperbarui 02 Okt 2017, 12:40 WIB
GMC Bertanding Melawan Merpati Bali (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta- Semakin dekatnya pelaksanaan Kompetisi Bola Basket Putri Indonesia “Srikandi Cup” Musim 2017-2018, klub pendatang baru Generasi Muda Cirebon (GMC) terus mematangkan persiapan. Mereka melakukan uji coba melawan tim peringkat tiga musim lalu Merpati Bali. Dalam pertandingan yang dilangsungkan siang tadi di GOR Asaba Green Arena, Jakarta Barat, GMC mendapatkan pengalaman berharga walaupun harus kalah telak 35-64. 

Bermaterikan pemain muda yang rata-rata masih berusia 19 tahun, GMC sadar diri. Mereka tidak akan mematok target yang cukup tinggi. Klub yang dimiliki oleh Wahyu Gunarto atau yang akrab dengan sapaan Njoo Lie Wen (eks pemain Kobatama bersama klub Asaba dan timnas di era tahun 1980-an), hanya ingin anak asuhnya menimba pengalaman dari lawan-lawannya yang berpengalaman kancah perbasketan Putri Indonesia. 

Agar tidak menjadi bulan-bulanan lawan, klub kebanggaan kota Cirebon itu, akan dilatih asisten pelatih timnas Basket Putri Sea Games 2017 lalu, Tri Adnyanaadi Lokatanaya yang sudah dikenal sarat pengalaman menangani klub basket putra maupun putri tersebut.

"Saya tidak ingin muluk-muluk. Materi kami sebagian besar para pemain muda yang minim pengalaman. Bahkan ada yang masih berumur 15 tahun dan sudah pasti tidak bisa didaftarkan untuk Srikandi Cup (terkait dengan peraturan maksimal umur). Untungnya GMC mendapat dua pemain pengalaman yakni Sinta Ayu (Sahabat Semarang) dan Maharani (Sritex Solo). Saya cuma pesan kepada para pemain agar bertanding semaksimal mungkin dan menyerap ilmu dari para pemain yang lebih berpengalaman seperti layaknya tim Surabaya Fever dan Merpati Bali," ujar Njoo Lie Wen.

Hal yang sama juga diutarakan oleh sang adik, Arif Gunarto yang juga merupakan eks pemain Kobatama (Aspac Jakarta). Selepas memimpin anak asuhnya bertanding, ia menuturkan bahwa para pemainnya umumnya masih dalam level junior dan minim persiapan dibanding para kontestan lainnya. Namun ia yakin dengan adanya Srikandi Cup, jam terbang para pemain GMC akan bertambah dan membuat tim akan terus berkembang.

"Hari ini GMC mendapat pengalaman yang berharga dari Merpati Bali. Tidak dapat dipungkiri pekerjaan rumah kami masih sangat banyak. Bersama pelatih kepala (coach Tri) kami akan terus mencoba menempa persiapan para pemain disisa waktu 2 bulan ini. Tapi saya sangat optimis dengan potensi pebasket putri di Cirebon, hanya tidak dapat dipungkiri kami masih sangat fresh dan kurang mendapat pengalaman," Komentar Njoo Lie Fan, sapaan akrab Arif Gunarto.

Lebih lanjut ia berharap besar bahwa kompetisi putri kedepannya harus mendapat perhatian besar seperti layaknya putra karena potensi untuk berprestasi cukup besar, asalkan kualitas pertandingan dan kompetisinya ditata dengan sebaik mungkin.

"Srikandi Cup berpotensi besar untuk meningkatkan prestasi basket di sektor putri, Kalau perlu kedepannya menggunakan pemain asing supaya kompetitif dan mutu pertandingannya terjaga. Saya cukup yakin dengan prestasi timnas putri kedepannya, asalkan Perbasi harus fokus dan memperhatikan kompetisi ini," komentar Njoo Lie Fan yang juga asisten pelatih timnas putri Sea Games 2017 lalu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya