Dubes Tiongkok: Persahabatan China-RI Berawal dari Laut

Pada momentum peringatan hari jadi yang ke-68, Dubes China untuk RI menyatakan juga merasa berbahagia atas kehadiran dua ekor Giant Panda.

oleh Teddy Tri Setio Berty diperbarui 29 Sep 2017, 12:12 WIB
PLT Dubes China Sun Weide ditemani oleh Mantan Presiden RI ke-3 B.J Habibie dan Menteri BUMN Rini Soemarno (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)

Liputan6.com, Jakarta - Suka cita perayaan hari jadi China ke-68, ternyata tak hanya dirasakan oleh warganya yang berada di Negeri Tirai Bambu. Sebuah perhelatan budaya dan jamuan makan malam sebagai peringatan hari jadi juga diselenggarakan di Jakarta.

Perayaan hari nasional yang digelar pada Kamis malam 28 September 2017 juga disemarakkan dengan lantunan musik khas China.

PLT Dubes China untuk RI, Sun Weide mengatakan, mewakili pemerintah China, dirinya mengaku bahagia karena negaranya telah menempuh perjalanan jauh sejak 68 tahun yang lalu.

"Kami cukup berbangga, selama ini China telah mengalami perkembangan sosial dan ekonomi yang baik dan membuat kagum dunia," ujar Weide saat menyampaikan sambutan di Hotel Ritz Carlton Jakarta.

"Pertumbuhan ekonomi China merangkak naik hingga menyentuh peringkat ke-2 di dunia. Meski begitu kami terus berupa untuk meningkatkan kerja sama antar negara, salah satunya Indonesia," tambah Weide.

Pada kesempatan itu, Dubes Weide turut membahas hubungan pemerintah China dan Indonesia. Ia mengatakan, hubungan kedua negara terbentuk dari jalur perdagangan laut yang sudah ada sejak zaman dahulu kala.

"China sangat menjunjung tinggi hubungannya dengan Indonesia karena dianggap sebagai mitra yang handal di wilayahnya," kata Weide.

"Hal ini dibuktikan dengan konsensus baru yang mensinergikan kedua negara dalam program The Belt and Road Initiative yang telah disepakati oleh Presiden Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo," tambahnya.

Melalui kesepakatan itu, Dubes Weide menegaskan bahwa segala hubungan kerja sama yang dibangun sangat bermanfaat bagi kedua negara di masa mendatang.

Pada momentum peringatan hari jadi yang ke-68, Dubes Weide juga merasa berbahagia atas kehadiran dua ekor Giant Panda bernama Cai Tao dan Hu Chun. Ia dan pemerintah China menggambarkan kehadiran panda ini akan menjadi simbol persahabatan antara kedua negara.

"Setelah tiba di Jakarta, Cai Tao dan Hu Chun akan diistirahatkan di Taman Safari Bogor. Setelah proses karantina, anak-anak Indonesia akan melihat secara langsung seperti apa hewan panda yang selama ini hanya mereka lihat di televisi," tambahnya.

Sebelum menutup sambutannya, Dubes Weide menyampaikan sebuah pribahasa Tionghoa yang sangat pas untuk kemajuan kedua negara.

"Ketika berada di kapal yang sama, hanyalah dengan mendayung bersama kita dapat melawan angin dan ombak untuk berlayar jauh," ujar Weide.

Baginya, kerja sama yang baik antara China dan Indonesia tak hanya membawa keuntungan bagi kedua negara. Kerja sama tersebut juga memberi kontribusi terhadap perdamaian, stabilitas dan pembangunan di seluruh dunia.

Dalam acara tersebut, turut hadir pula Mantan Presiden RI ke-3 B.J Habibie dan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya