Keluarga Suriyah yang Tewas Tersengat Listrik Akan Gugat PLN

Suriyah tersengat listrik di Jalan Percetakan Negara 2, Kecamatan Johar Baru saat tengah mengantarkan anak bungsunya ke sekolah saat hujan.

oleh Rinaldo diperbarui 28 Sep 2017, 14:08 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Ungkapan belasungkawa terus mengalir ke rumah duka di Jalan Pelita Lima, Johar Baru, Jakarta Pusat. Suriyah yang menjadi korban sengatan listrik meninggalkan dua anak yang masih duduk di bangku sekolah, yaitu Suwandi siswa SMK dan Khairul Nisa siswa SD.

Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Kamis (28/9/2017), keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian Suriyah. Namun, rencananya mereka akan menempuh jalur hukum terhadap PLN atas insiden ini.

Sementara itu, pihak PLN berjanji akan membiayai sekolah kedua anak korban dan akan memberikan pekerjaan di PLN. Hingga kini garis polisi masih terpasang di lokasi kejadian.

Agar insiden kemarin tak terulang lagi, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menginstruksikan PLN di wilayah Jakarta Raya untuk melakukan pengawasan dan merapikan sambungan listrik apalagi saat musim penghujan.

Suriyah tersengat listrik di Jalan Percetakan Negara 2, Kecamatan Johar Baru saat tengah mengantarkan anak bungsunya ke sekolah saat hujan gerimis.

Saat itu tak ada warga sekitar yang berani menolong korban karena khawatir aliran listrik masih hidup. Hingga hujan reda dan genangan air mulai surut, beberapa jam kemudian petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan PLN tiba di lokasi. Evakuasi terhadap Suriyah baru bisa dilakukan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya