Mas Kawin Teks Pancasila Akhiri Status Nikah Siri Selama 5 Tahun

Pasangan nikah siri itu memutuskan untuk mencatatkan pernikahannya dengan cara agama dan negara dengan mas kawin teks Pancasila.

oleh Switzy Sabandar diperbarui 26 Sep 2017, 15:01 WIB
Peserta Nikah Bareng Pancasila Sakti di Yogyakarta. Foto: (Switzy/Liputan6.com)

Liputan6.com, Yogyakarta - Suasana pesta pernikahan Sudibyo (40), warga Jetis Yogyakarta, dan Warsini Haryati (43), warga Ngampilan, Yogyakarta, tidak seperti resepsi pada umumnya. Mereka, yang sebelumnya pasangan nikah siri , diarak di atas mobil pemadam kebakaran dari Balai Kota Yogyakarta sampai dengan Jalan Malioboro, tepatnya di depan Gedung DPRD DIY, Selasa (26/9/2017).

Selain seperangkat alat salat, Sudibyo juga memberikan mas kawin teks Pancasila yang dibacakan sebelum ijab kabul. Cincin kawin yang disematkan di jari manis pun berukir Pancasila. Pasangan ini memutuskan untuk mencatatkan pernikahannya dengan cara agama dan negara setelah merasa cocok satu sama lain.

"Sebelumnya kami sudah menikah siri selama lima tahun," kata Sudibyo di sela-sela acara.

Ia berkenalan dengan Warsini pada 2009. Ketika itu, Warsini yang berstatus janda beranak dua menjadi pelanggan konter ponsel milik Sudibyo di Alun-Alun Utara.

Sudibyo merasa bahagia bisa bersanding dengan perempuan yang dicintainya. Mereka sengaja tidak memutuskan menikah secara formal negara sejak awal.

"Kami masih butuh adaptasi," kata Sudibyo.

Warsini dan Sudibyo merupakan salah satu peserta nikah massal yang diadakan Forum Taaruf Indonesia (Fortais). Kegiatan bertajuk "Nikah Bareng Pancasila Sakti" ini diadakan untuk menyambut HUT ke-261 Kota Yogyakarta, Hari Kesaktian Pancasila, dan HUT ke-6 Fortais.

Acara dibuka oleh Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, dan diikuti delapan pasang calon pengantin yang menggunakan busana dari berbagai daerah sebagai simbol Bhinneka Tunggal Ika.

Pasangan pengantin itu adalah Agung Sunardiyanto (43) dan Rentan Shinto (30), Muhammad Miftahul Ulum (23) dan Rusmala Dewi (24), Tri Ismono (43) dan Surini (30), Giyanto (39) dan Suryati (46), Edi Susilo (23) dan Kurnia Purba Sayekti (23), Sargito (52) dan Wakiyem (37), serta Irawan Pambudi Santoso (23) dan Devani Adelya Putri (17).

"Tujuan dari kegiatan Nikah Bareng Pancasila Sakti adalah mewujudkan pasangan sakinah sejahtera membawa berkah dilandasi cinta Ilahi dan NKRI," kata Ryan Budi Nuryanto, Ketua Fortais.

Konsep menikah di atas mobil pemadam kebakaran sengaja dipilih karena unik dan belum pernah ada konsep serupa itu di dunia. Ia menyebutkan selama enam tahun berdiri, Fortais sudah memfasilitasi pernikahan 6.500 pasangan, termasuk yang sebelumnya menikah siri.

Saksikan video pilihan berikut ini!

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya