Pengakuan Pembunuh Siswi SMP di Pemalang

Jenazah siswi SMP yang menjadi korban pembunuhan itu kini masih diautopsi polisi.

oleh Fajar Eko Nugroho diperbarui 14 Sep 2017, 14:02 WIB
Ilustrasi Pembunuhan (iStock)

Liputan6.com, Pemalang - Hari ketiga usai ditemukan tewas di semak-semak kebun jagung, tim forensik Polda Jateng di RSUD dr Ashari Pemalang, Jawa Tengah, masih mengautopsi jasad korban siswi SMP tersebut. Hal ini disampaikan Kasatreskrim Polres Pemalang AKP Akhwan Nadzirin.

"Sampai hari Kamis ini tim forensik Polda Jateng masih melakukan autopsi, jadi hasilnya belum keluar," ucap Akhwan Nadzirin, Kamis (14/9/2017).

Ia menerangkan, hasil autopsi dari tim forensik Polda Jateng nanti akan mengungkap kematian remaja berusia 15 tahun itu.

"Memang ada luka jeratan di leher korban. Pelakulah (AR) yang diduga kuat melakukan jeratan menggunakan kerudung milik korban. Tapi nanti, jelasnya tunggu dulu hasil autopsi keluar dalam beberapa hari ke depan," ia menambahkan.

Akhwan kembali menegaskan, sebelum korban meninggal dunia, sempat terjadi pertengkaran di antara mereka karena pembunuh itu memaksa merudapaksa (memerkosa) korban. "Jadi, pelaku belum sampai merudapaksa korban," kata dia.

Pelaku pembunuhan, AR (17), mengaku tak berniat membunuh korban yang merupakan tetangganya sendiri. Saat itu, dirinya merasa kesal dengan pernyataan korban yang menganggapnya hanya sebagai teman biasa.

"Enggak ... enggak ... saya enggak niat lakukan itu (pembunuhan)," ucap AR.

Karena kalap, pelaku pun akhirnya memukul dan berniat merudapaksa siswi SMP itu. Sebelum niat bejatnya itu dilakukan, korban tewas karena jeratan kerudung di lehernya saat mereka bertengkar. Namun, pelaku berhasil membuka celana dalam dan sempat mencabuli korban.

Pelaku pembunuhan siswi SMP di Pemalang telah menyampaikan pengakuannya. (Liputan6.com/Fajar Eko Nugroho)

Sebelumnya, Selasa, 12 September 2017 sekitar pukul 15.30 WIB, bertempat di kebun jagung milik Karyo di Desa Gunung Batu, Kecamatan Bodeh, telah ditemukan sesosok mayat perempuan korban pembunuhan.

Pihak kepolisian sudah memeriksa sejumlah saksi, seperti teman korban bernama RI (14). Saat itu, sekitar pukul 14.00 WIB korban pulang sekolah berjalan kaki bersama dengan dua orang temannya.

Setelah sampai di rumah temannya, korban pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah temannya itu. Untuk sampai ke rumah, korban harus melewati kebun jagung. Saat lewat, korban diadang pelaku. Korban dibawa ke tengah kebun jagung dengan maksud akan diperkosa.

Namun, karena korban melawan dan tersangka panik, siswi SMP itu akhirnya dicekik menggunakan kerudung yang dia gunakan. Korban tak bergerak.

Tubuh korban kemudian diseret sekitar 50 meter ke arah utara dan dimasukkan ke parit yang berada di tengah kebun jagung serta ditutup daun pisang dan semak rumput. Baru sekitar pukul 16.00 WIB, seorang petani yang kebetulan melintas di kebun jagung tersebut menemukan korban sudah tak bernyawa dengan kondisi yang cukup mengenaskan.

Simak video pilihan berikut:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya