Sebagian Warga Pekanbaru Jadi Korban Padam Listrik hingga 16 Jam

Padam listrik yang terjadi di sebagian wilayah Kota Pekanbaru itu tidak disampaikan sejak awal.

oleh Liputan6.com diperbarui 04 Sep 2017, 13:30 WIB
Salah satu kemalangan yang dialami warga pulau di Madura itu adalah terceburnya generator yang baru dibeli ke laut. (Liputan6.com/Mohamad Fahrul)

Liputan6.com, Pekanbaru - Sebagian wilayah Kota Pekanbaru, Riau, mengalami pemadaman listrik hingga 16 jam sejak Minggu petang, 3 September 2017.

"Listrik mulai padam jam 7 pada Minggu malam, baru menyala lagi jam 11 siang ini. Warga tidak tahu penyebab persisnya apa," kata Muhammad Arifin, warga Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, di Pekanbaru, Senin (4/9/2017), dilansir Antara.

Ia mengatakan di perumahan tempat tinggalnya ada sedikitnya 40 rumah yang listriknya padam. Ia mengaku sempat menghubungi pihak PLN, tapi tidak mendapat kepastian.

"Orang PLN bilang ada gangguan, tapi tidak bisa memberikan kepastian kapan bisa ditanggulangi," katanya.

Menurut dia, pemadaman tak terjadwal dengan durasi lama bukan kali ini saja terjadi. Pada awal Agustus lalu, kata dia, daerah setempat juga mengalami pemadaman selama 11 jam.

Keluhan sama juga diutarakan oleh warga lainnya, Sari (30). Ia berharap PLN sebagai perusahaan listrik negara satu-satunya di Pekanbaru perlu meningkatkan layanan dan jangan hanya berorientasi bisnis.

"Akibat lamanya listrik padam, keluarga saya kegiatannya terganggu. Tidak bisa masak, tidak bisa seterika, dan anak-anak rewel karena tidak ada listrik," katanya.

Sementara itu, Kepala Cabang PLN Pekanbaru, Kemas, mengatakan ia mengakui adanya masalah pada jaringan listrik ke pelanggan akibat hujan deras pada Minggu, 3 September 2017.

"Cuaca ekstrem penyebabnya. Pohon-pohon bertumbangan menimpa kabel hingga putus," kata Kemas ketika dikonfirmasi.

Ia mengatakan PLN berupaya menyelesaikan masalah itu semalaman. Menurut dia, PLN memang memprioritaskan daerah yang paling banyak mengalami pemadaman listrik karena kerusakan cukup luas.

"Ada sejumlah area yang memang pemulihannya cukup lama dan agak terlambat. Sekarang ada petugas kami masih berada dilapangan untuk mengatasi semuanya," kata Kemas.

Saksikan video menarik di bawah ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya