Totakan Doro, Tradisi Melepas Merpati Massal di Jember

Ratusan penggemar merpati menggelar tradisi totakan doro di Lapangan Kecamatan Sukorambi, Jember, Jawa Timur, Sabtu, 2 September 2017.

oleh Yusron Fahmi diperbarui 03 Sep 2017, 03:13 WIB

Liputan6.com, Jember - Ratusan penggemar burung merpati menggelar tradisi totakan doro di Lapangan Kecamatan Sukorambi, Jember, Jawa Timur, Sabtu, 2 September 2017. Tradisi ini adalah melepas dan menerbangkan merpati secara massal.

Seperti ditayangkan Fokus Malam Indosiar, Minggu (3/9/2017), mereka datang dari berbagai pelosok wilayah sambil membawa koleksi merpatinya.

Sekilas memang tidak ada yang berbeda dari merpati-merpati itu. Bedanya, burung simbol penyampai pesan damai itu telah dilatih sedemikian rupa sehingga mampu mengingat dimana pun kandangnya.

Sebelum menerbangkan merpati, panitia penyelenggara terlebih dahulu membagikan nomor urut peserta. Selanjutnya, panitia mengundi nomor seperti undian arisan. Puncak tradisi ini sendiri ditandai dengan menerbangkan burung-burung tersebut secara bersama-sama.

Meski dilepas jauh dari kandang, merpati tidak akan pernah tersesat di angkasa. Mereka pasti kembali ke kandangnya masing-masing.

Seperti merpati milik Iwan Nasir asal Desa Pakis yang lokasinya jauh dari Jember. Meski merpatinya baru dilatih sekali, dia sangat yakin burung tersebut akan kembali ke kandangnya di Pati, Jawa Tengah.

Sementara itu, totakan doro sendiri merupakan tradisi turun-temurun bagi para penggemar merpati. Meski, belakangan tradisi ini sudah mulai jarang digelar.

Tak hanya itu, totakan doro sendiri biasanya diisi acara silaturahmi sekaligus membawa pesan perdamaian kepada sesama.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya