Badai Harvey Menghadang, Harga Minyak Bergerak Campuran

Perbedaan harga antara WTI AS versus Brent mencapai US$ 5,92 per barel pada perdagangan Selasa, terbesar dalam lebih dari dua tahun.

oleh Arthur Gideon diperbarui 30 Agu 2017, 06:05 WIB
Perbedaan harga antara WTI AS versus Brent mencapai US$ 5,92 per barel pada perdagangan Selasa, terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak bergerak campuran pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi Jakarta). Harga minyak dunia naik tetapi harga minyak Amerika Serikat (AS) tertekan. Badai Harvey yang menerjang Semenanjung AS membuat aktivitas beberapa penyulingan minyak mentah harus ditutup.

Mengutip Reuters, Rabu (30/8/2017), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun tipis 13 sen atau 0,3 persen menjadi US$ 46,44 per barel. Sedangkan harga minyak mentah Brent yang merupakan patokan internasional ditutup naik 11 sen atau 0,2 persen menjadi US$ 52,00 per barel.

Perbedaan harga antara WTI AS versus Brent mencapai US$ 5,92 per barel pada perdagangan Selasa, terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Sumber Reuters mengatakan, Motiva Enterprises, perusahaan peyulingan minyak mentah, menutup kilang terbesar di AS karena banjir akibat Badai Harvey. Motiva telah mengurangi produksi kurang lebih 603 ribu barel per hari (bpd) pada penyulingan Port Arthur, Texas saat air banjir terus merendam daerah tersebut.

Direktur riset komoditas Clipperdata Matt Smith menjelaskan, harga mihyak mentah dan hasil olahannya akan terus melambung karena hasil pengolahan kilang di AS pada 2017 ini tidak sebesar yang diharapkan. "Mereka tidak menaikkan produksi sebanyak yang seharusnya," kata Smith.

Sumber Reuters juga mengatakan bahwa ExxonMobil telah menutup pabriknya di Beaumont, Texas. Beberapa kilang sedang bersiap untuk memulai kembali produksinya, namun hujan lebat diperkirakan akan berlangsung hingga Rabu, menambah banjir yang dahsyat.

Untuk diketahui, Sekitar 2.000 orang harus diselamatkan dari banjir yang melanda Houston dan kawasan sekitarnya di Harris County. Banjir itu merupakan bencana sampingan dari badai Harvey serta hujan lebat yang hingga kini masih melanda kawasan Texas, AS.

Otoritas setempat menyebut ada kemungkinan korban tewas dalam sejumlah kendaraan yang tenggelam akibat banjir. Laporan itu disampaikan Kepala Kepolisian Harris County, Darryl Coleman.

National Weather Service (NWS) AS menyebut, kondisi yang kini melanda Houston beserta Harris County merupakan hal baru dan belum belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang sejarah area itu.

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya