Mazda Kembangkan Mesin Triple Charger, Seperti Apa?

Mazda menerapkan mesin yang pakai dua turbocharger dan satu supercharger.

oleh Rio Apinino diperbarui 22 Agu 2017, 17:32 WIB
Mazda menerapkan mesin yang pakai dua turbocharger dan satu supercharger.

Liputan6.com, California - Mazda nampaknya benar-benar memaksimalkan sumber daya yang mereka miliki untuk mengembangkan mesin kendaraan konvensional. Awal bulan lalu mereka mengatakan sedang mengembangkan mesin pengapian kompresi (compression ignition engine). Mesin ini, dikutip dari Automotive News, adalah sejenis mesin yang "menggabungkan atribut terbaik dari mesin diesel dan bensin".

Tapi ternyata Mazda tidak berhenti sampai situ saja.

Baru-baru ini aplikasi paten yang dipublikasikan US Patent and Trademark Office (USPTO), menunjukkan bahwa Mazda juga sedang mengembangkan mesin baru. Laman Road and Track mendeskripsikan mesin ini sebagai "mesin pembakaran dalam dengan dua turbocharger berkapasitas buang yang beroperasi secara paralel dengan supercharger tunggal yang digerakkan oleh listrik."

Dengan tiga perangkat tambahan tersebut, maka mesin baru Mazda ini bisa dijuluki sebagai "mesin triple-charger".

Untuk diketahui, baik supercharger dan turbocharger punya fungsi yang sama, yaitu untuk meningkatkan tenaga pada mesin. Namun demikian sumber penggerak mekanisnya beda. Turbocharger memanfaatkan aliran gas buang, supercharger sumber dayanya adalah pada belt (sabuk) yang terhubung ke mesin.

Di mana peranti canggih ini akan diaplikasikan? Di sini menariknya. Aplikasi paten ini menunjukkan bahwa mesin disandingkan dengan penggerak roda belakang. Dan Mazda, hanya punya satu mobil yang berpenggerak roda tersebut, MX-5 Miata.

Jadi, mungkinkah nanti Miata akan pakai mesin triple-charger? Bisa jadi. Tapi bisa pula mesin ini akan terpasang pada mobil yang benar-benar baru.

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini:

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya