Mahfud MD: Maaf Malaysia Basa-basi, Pemerintah Harus Tegas

Mahfud MD mengharapkan sikap pemerintah yang lebih tegas pada Malaysia.

oleh Putu Merta Surya Putra diperbarui 21 Agu 2017, 18:46 WIB
Mahfud MD hadir dalam rapat dengar pendapat umum di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/7). Mahfudnya juga dimintai keterangan terkait dengan kedudukan KPK dalam sistem ketatanegaraan berdasarkan UUD 1945. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP Pancasila) Mahfud MD turut mengomentari insiden bendera Indonesia yang terbalik. Ia mengatakan pemerintah harus bersikap tegas kepada pemerintah Malaysia.

"Saya kira, maaf yang sifatnya basa-basi, menurut saya kurang. Menurut saya, harus ada pernyataan sikap protes nota diplomatik, yang sifatnya protes," ucap Mahfud di Jakarta, Senin (21/8/2017).

Mantan Ketua MK itu menyebut nota diplomatik yang sifatnya protes harus dilayangkan ke Malaysia. Indonesia, kata dia, tidak bisa menerima alasan ketidaksengajaan.

"Kalau itu dianggap sebagai ketidaksengajaan, berarti itu saya kira tindakan yang sama sekali enggak profesional didalam melaksanakan tugas. Saya kira pantas banyak rakyat yang marah," jelas dia.

Mahfud mengutarakan, Malaysia sering kali melakukan hal yang tidak menyenangkan kepada Indonesia. Karena itu, menurutnya, pantas jika ada yang menyebut itu adalah kesengajaan.

"Jadi pantas di antara kita menduga ada kesengajaan, melecehkan kita. Oleh sebab itu, pemerintah juga harus tegas hadapi ini," sebut Mahfud.

Ia berpendapat, meski sudah meminta maaf, Malaysia perlu diingatkan hal serupa tidak bisa menjadi bahan lelucon. Sebab, bendera merah putih merupakan simbol negara.

"Ada di UU tentang atribut bangsa. Kalau itu terjadi di Indonesia kan hukumnya berat juga. Oleh sebab itu kita protes," pungkas Mahfud.

 

Saksikan Video Menarik Di Bawah Ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya