Jokowi Jawab Kekhawatiran SBY di Facebook

Jokowi mengatakan, saat ini tidak ada lagi kekuasaan yang sepenuhnya dipegang oleh pemerintah.

oleh Luqman Rimadi diperbarui 29 Jul 2017, 12:19 WIB
Presiden Jokowi saat bertemua Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan Jakarta (Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyikapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang mengkhawatirkan terjadinya abuse of power atau penyalahgunaan wewenang oleh pemerintah.

Melalui akun Facebook resminya, Jokowi menyatakan, saat ini banyak pihak yang mengawasi kerja pemerintah. Mulai dari media, LSM, dan DPR mempunyai peran penting dalam mengawasi pemerintah.

"Bahkan rakyat juga bisa mengawasi langsung," ucap Jokowi dalam akun Facebooknya yang diunggah Jokowi sekitar dua jam lalu, Sabtu (29/7/2017).

Karena banyak yang mengawasi, maka Jokowi menganggap tidak ada lagi kekuasaan yang sepenuhnya dipegang oleh pemerintah. "Tidak Ada kekuasaan absolut," tegas Jokowi.

Sebelumnya, SBY mengatakan, dirinya dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan mengawasi pemerintah dalam menjalankan kekuasaan sesuai aturan perundang-undangan.

Jokowi dalam Facebooknya menyatakan saat ini banyak pihak yang mengawasi kerja pemerintah. Mulai dari media, LSM, dan DPR mengawasi pemerintah.

"Kami harus memastikan bahwa pengguna kekuasaan oleh para pemegang kekuasaan itu tidak melampaui batas, sehingga termasuk abuse of power. Banyak pelajaran di negeri kita mana kala kekuasaan melampaui batas, maka rakyat akan mengoreksinya," ucap SBY.

SBY mengaku mendukung pemerintah dengan menjalankan fungsi kontrol melalui gerakan moral dan politik yang beradab.

"Kami akan lakukan segala aktivitas dan gerakan yang beradab, yang bertumpu pada nilai demokrasi. Dan percayalah, kami tidak akan pernah merusak negara," ujar SBY.

Saksikan video di bawah ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya