Budi Karya Rotasi 401 Pegawai Kemenhub

Pelantikan pejabat di Kementerian Perhubungan termasuk besar kali ini lantaran untuk meningkatkan kinerja organisasi.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 21 Jul 2017, 18:58 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melantik 401 pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai dari pejabat pimpinan tinggi sampai dengan pejabat pelaksana, pada Jumat (21/7/2017).

Pelantikan pejabat Kemenhub kali ini tergolong besar jumlahnya, karena sebagian besar merupakan rotasi jabatan untuk meningkatkan kinerja organisasi serta memperbaharui semangat kerja yang harus menjawab tantangan dan tuntutan masyarakat terkait dengan tugas dan Kemenhub.

Budi mengatakan rotasi dan promosi jabatan merupakan bukti berkembangnya suatu organisasi secara dinamis. Selain itu, rotasi dan pergantian pejabat adalah upaya untuk penyegaran dan mendorong inovasi serta efisiensi.

"Hal mendasar dari rotasi jabatan adalah untuk meningkatkan kinerja organisasi serta memperbaharui semangat kerja, serta seiring dengan meningkatnya tantangan dan tuntutan masyarakat yang berkaitan dengan tugas dan fungsi Kementerian Perhubungan," ucap Budi di kantornya, Jumat (21/7/2017).

Pada jajaran pejabat pimpinan tinggi madya (eselon 1), ada dua orang pejabat yang dilantik, yaitu Bambang Prihartono sebagai Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menggantikan Elly Sinaga yang memasuki masa pensiun.

Pejabat eselon 1 lainnya adalah Prasetyo Boeditjahjono sebagai Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi dan Energi menggantikan Bambang Prihartono yang dilantik menjadi Kepala BPTJ.

Sedangkan pejabat lainnya terdiri dari 17 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II), 107 pejabat administrator (eselon III), 261 pejabat pengawas (eselon IV) dan 14 pejabat pelaksana (eselon V).

Dari jumlah tersebut, setidaknya 152 pejabat atau 37 persen dari jumlah pejabat yang dilantik merupakan promosi jabatan yang menandakan bukti berkembangnya suatu organisasi secara dinamis.

Salah satu wujud berkembangnya organisasi di lingkungan Kementerian Perhubungan adalah dibentuknya 25 Balai Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Dalam kesempatan yang sama Budi mengatakan langkah promosi dilakukan selain untuk kepastian pelaksanaan pola karier juga untuk percepatan program pembangunan dengan memberi kesempatan anak-anak muda memegang tanggung jawab lebih besar. Untuk itu Budi menugaskan secara khusus beberapa orang yang masih muda karena mempunyai inovasi dan pemikiran yang baru untuk beberapa sektor strategis di lingkup perhubungan.

"Secara khusus saya menugaskan Dr. Capt. Wisnu Handoko, M.Sc sebagai Kepala Subdirektorat Angkutan Laut Dalam Negeri pada Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut untuk fokus dan mengawal program tol laut. Sedangkan untuk percepatan angkutan udara perintis dan jembatan udara saya menugaskan Lukman F Laisa sebagai Kepala Subdirektorat Kerjasama Angkutan Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara," ujar Budi.

Pada subsektor perkeretaapian juga akan ditunjuk pejabat yang akan fokus dan mengawal program Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Light Rapid Transit (LRT). Sementara pada subsektor perhubungan darat akan difokuskan pembenahan masalah terminal.

Budi Karya menambahkan di samping itu tentunya beberapa sektor yang lain seperti pembangunan dan pengembangan pelabuhan, bandara dan terminal transportasi darat juga menjadi fokus Kementerian Perhubungan. (Yas)

 

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya