Ada Isu Reshuffle Kabinet, Bagaimana Dampak ke Pasar Saham?

PT Bahana Sekuritas tetap mempertahankan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 6.300 hingga akhir tahun.

oleh Agustina Melani diperbarui 14 Jul 2017, 14:03 WIB
Ilustrasi laju IHSG

Liputan6.com, Jakarta - Spekulasi perombakan kabinet atau disebut reshuffle kabinet kembali mencuat. Namun, reshuffle kabinet bila terwujud, PT Bahana Sekuritas memperkirakan netral ke pasar saham.

Mengutip laporan PT Bahana Sekuritas, yang ditulis Jumat (14/7/2017), masa kerja bila reshuffle kabinet terjadi pada sisa masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) menjelang pemilihan umum 2019 cukup singkat.

Namun, hal ini bukan saja terjadi masa pemerintahan Jokowi-JK tetapi juga saat masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada masa itu, reshuffle kabinet terjadi 18 bulan sebelum pemilihan presiden.

Kemungkinan reshuffle kabinet menjelang pemilihan umum 2019 untuk akomodasi sejumlah elemen. Dari laporan PT Bahana Sekuritas disebutkan ada wajah baru dan rotasi sejumlah posisi menteri. Sejumlah pergantian dan rotasi menteri itu diperkirakan untuk posisi Menteri Agama, Menteri BUMN, Menteri ESDM, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

Sedangkan Analis PT Semesta Indovest Aditya Perdana menilai kalau reshuffle kabinet untuk mempercepat kerja pemerintahan itu tidak menjadi masalah. Aditya mengatakan, bila reshuffle kabinet hanya bagi-bagi politik saja itu memberi sentimen negatif untuk pasar. Apalagi masa pemerintahan kabinet kerja juga sudah berjalan tiga tahun.

"Kalau buat bagi-bagi politik itu tidak masuk akal buat investor. Persepsi pasar jadi negatif. Sekarang masih wait and see meski nama-nama (menteri) sudah beredar. 1,5 tahun reshuffle tidak perlu amat," kata dia.

Meski demikian, ada pergantian menteri dan rotasi posisi menteri, PT Bahana Sekuritas memperkirakan dampaknya akan netral tapi sedikit berdampak positif. Dengan melihat kondisi itu, PT Bahana Sekuritas tetap mempertahankan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kisaran 6.300.

Adapun sentimen politik yang jadi perhatian manajer investasi asing yaitu bagaimana upaya pemerintah misalkan untuk meredam isu rasis dan agama.

 

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya