Rusuh Pilkada Puncak Jaya Berakhir Damai

Kedua kubu massa yang bertikai di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, berdamai.

oleh herlan.primasto diperbarui 06 Jul 2017, 07:09 WIB

Liputan6.com, Papua - Setelah tiga hari berperang dan mengakibatkan satu warga tewas dan puluhan orang terluka, dua kubu yang bertikai di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, berdamai. Kapolda Papua dan Pangdam 17 Cendrawasih datang langsung ke lokasi, mendamaikan kedua kubu tersebut.

Seperti yang ditayangkan Liputan 6 Pagi SCTV, Kamis (6/7/2017), Kapolda Papua, Pangdam 17 Cenderawasih, bersama Wakil Gubernur Papua dan Bupati Puncak Jaya, mendamaikan langsung kedua kubu yang bertikai, agar jumlah korban tidak bertambah. Seluruh alat perang berupa panah dan parang yang dimiliki kedua kubu langsung disita.

Awalnya, massa pasangan calon bupati Puncak Jaya, Yustus Wonda berkumpul di halaman posko pemenangan Kota Lama Mulia. Sementara massa pendukung calon Yuni Wonda berkumpul di halaman posko pemenangan di Kota Baru Mulia Puncak Jaya.

Setelah mendapat arahan penegak hukum, kedua kubu sepakat untuk berhenti berperang.

Kapolda Papua, Irjen Boy Rafli Amar, meminta agar tidak ada lagi aktivitas mobilisasi massa serta membawa alat perang, sehingga ke depan tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban dari kepentingan elite politik di Puncak Jaya.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Puncak Jaya akan membantu membangun kembali 23 rumah yang terbakar akibat kejadian ini.

Bentrokan kedua kubu ini pecah pada Minggu 2 Juli 2017 dinihari. Pertikaian tersebut diawali oleh serangan dari kubu pasangan calon nomor urut 1 Yustus Wonda – Kerinus Telenggen. Mereka menyerang posko tim sukses serta rumah tim pasangan nomor urut 3. Satu warga tewas dan puluhan terluka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya