ZTE Lipat Gandakan Biaya Riset 5G

Perusahaan peralatan telekomunikasi asal Tiongkok, ZTE Corp, akan melipatgandakan biaya penelitian jaringan 5G.

oleh Andina Librianty diperbarui 03 Jul 2017, 15:30 WIB
(ilustrasi)

Liputan6.com, Jakarta Perusahaan peralatan telekomunikasi asal Tiongkok, ZTE Corp, akan melipatgandakan biaya penelitian jaringan mobile generasi kelima (5G) dari tahun ini. Hal ini merupakan salah satu upaya Tiongkok untuk membangun jaringan 5G terbesar di dunia.

ZTE mengatakan akan berinvestasi sebesar 2 miliar yuan atau setara Rp 3, 9 triliun untuk riset 5G dan pengembangan setiap tahun, mulai tahun ini. Investasi tersebut naik dari 1 miliar yuan pada tahun lalu. Namun, ZTE tidak menutup kemungkinan anggaran tersebut akan kembali ditambah pada masa depan. Sebab, Tiongkok ingin 5G bisa meluncur pada 2020.

ZTE saat ini mempekerjakan tiga ribu orang untuk riset dan pengembangan 5G. Seorang juru bicara perusahaan menolak berkomentar tentang kemungkinan penambahan jumlah karyawan.

Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) saat ini tengah berlomba memimpin pengembangan teknologi 5G, yang akan jauh lebih cepat daripada jaringan 4G saat ini. Di sisi lain, standar internasional 5G masih belum rampung.

Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok memperkirakan belanja modal kumulatif 5G Tiongkok bisa mencapai 1,65 triliun yuan pada 2025. Produsen peralatan telekomunikasi seperti ZTE dan Huawei Technologies akan menjadi penerima manfaat terbesar. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin (3/7/2017).

Tiongkok cukup agresif mengembangkan teknologi 5G. Selain perusahaan seperti ZTE dan Huawei, operator telekomunikasi terbesar milik negara itu, China Mobile, sudah memulai pengujian lapangan di sisi selatan Kota Guangzhou pada pekan lalu.

(Din/Ysl)

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya