Barack Obama Dinilai Pantas Jadi CEO Uber

Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS), Barack Obama, dinilai layak menjadi CEO Uber, menggantikan Travis Kalanick.

oleh Andina Librianty diperbarui 24 Jun 2017, 15:00 WIB
Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama (AP)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS), Barack Obama, dinilai layak untuk menggantikan Travis Kalanick, yang baru saja melepas posisi Chief Executive Officer (CEO) Uber. Saat ini perusahaan tersebut sedang mencari pengganti Kalanick.

Dilansir The Street, Sabtu (24/6/2017), Managing Director Global of Global Equities Research, Trip Chowdhry, menyarankan Uber untuk memilih Obama sebagai CEO baru. Ia dinilai akan menjadi CEO yang luar biasa.

"Para developer percaya bahwa mantan Presiden AS, Barack Obama, mungkin akan menjadi CEO baru Uber. Ia akan menjadi CEO yang luar biasa, 'out of the box' dan CEO yang sempurna untuk Uber," kata Chowdhry.

Chowdhry mengakui valuasi Uber kemungkinan besar akan tetap "runtuh" meski Obama menjadi CEO. Namun kehadiran Obama, katanya, bisa menjadi langkah untuk mencegah perusahaan teknologi transportasi online itu benar-benar hancur.

Lebih lanjut, pengunduran diri Kalanick tidak mendapatkan sambutan hangat dari seluruh karyawan Uber. Setidaknya sebanyak 1.000 karyawan Uber menandatangani petisi agar pendiri Uber itu kembali bertugas.

Menurut laporan, petisi yang ditujukan kepada Dewan Direksi Uber itu ditandatangani secara anonim. Jumlah karyawan yang menandatangani petisi sekira 10 persen dari total pekerja non-pengemudi Uber.

(Din/Isk)

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya